Pages

Jumat, 18 Mei 2018

Cara Mudah Membeli Tiket Kereta Api Via Online

Kereta api gerbong baru (sumber: Google)



Bepergian ke luar kota dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Bisa dengan mengendarai kendaraan pribadi atau menggunakan jasa transportasi umum. Kalau memakai kendaraan pribadi tidak akan menjadi masalah karena waktunya fleksibel, bisa kita tentukan sendiri. Lain halnya kalau mengendarai transportasi umum.

Kalau memilih untuk naik transportasi umum, jadwal keberangkatan memang masih bisa kita yang menentukan namun tentu saja untuk masalah tiketnya tidak bisa seenaknya sendiri, dalam arti jika ingin memperoleh tiket sesuai dengan yang kita inginkan maka harus dipesan jauh-jauh hari.

Sebetulnya tiket masih bisa kita dapatkan di hari H keberangkatan namun kemungkinannya kecil sekali, kenyataan yang sering terjadi kita akan kehabisan tiket. Atau bisa jadi kita masih bisa memperoleh tiketnya tetapi dengan harga lebih mahal dan sudah tidak bisa memilih lagi, sesuai apa yang ada saja. Memilih di sini maksudnya memilih tempat duduk yang enak.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dienakkan di atas tersebut maka jauh-jauh hari kita harus memesan tiket seperti tiket online pt kai. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mendapatkan tiket dengan harga yang kita inginkan dan tentunya juga tempat duduk yang strategis.

Jenis transportasi umum yang pada umumnya digunakan untuk mengantarkan kita bepergian ke luar kota ada tiga macam. Transportasi darat, laut dan udara. Kali ini yang akan jadi pembahasan di sini adalah jenis transportasi darat, khususnya kereta api.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa kereta api merupakan salah satu jenis dari transportasi darat yang memiliki banyak peminat. Terutama sekali untuk sekarang-sekarang ini. Hal ini tidak terlepas dari kenyamanan dan fasilitas lebih yang diberikan oleh PT. KAI (Kereta Api Indonesia), selaku badan usaha milik pemerintah yang dipercaya mengelola kereta api di Indonesia.

Kenyamanan penumpang kereta api betul-betul sangat diperhatikan oleh PT. KAI. Jika dahulu kereta yang dipasangi oleh AC (Air Conditioner) hanyalah yang berkelas eksekutif namun saat ini para penumpang yang naik di kereta yang berkelas ekonomipun sudah bisa menikmati dinginnya hawa di dalam kereta.

Kebersihan juga sangat diperhatikan oleh PT. KAI. Tidak hanya kebersihan di dalam gerbong kereta api dan sekitarnya termasuk toiletnya melainkan juga kebersihan di areal stasiunnya. Fasilitas lainnya lagi yang diberikan kepada para penumpangnya adalah dengan dipasangkannya stop kontak di setiap deret kursi sebagai sarana untuk mengecharge baterei telepon seluler.

Fasilitas yang lain yang tidak kalah menariknya adalah dalam hal pembelian tiket. Saat ini para penumpang tidak perlu lagi harus mengantri tiket di stasiun. PT. KAI memberikan kemudahan dalam hal ini, yaitu cara mudah membeli tiket kereta api via online.

Cara mudah membeli tiket kereta api via online bisa dilakukan oleh para penumpangnya dengan efektif kalau mereka sudah mengetahui hal-hal berikut ini :
  Tiket bisa dipesan jauh-jauh hari sebelumnya, sejak tiga bulan sebelum hari H.
Jika    Jika anda memesan jauh hari sebelumnya, anda akan memiliki persiapan waktu yang lebih panjang. Berpikirnyapun akan lebih tenang. Tempat duduk yang nyaman yang sesuai dengan keinginan bisa diperoleh dengan mudah.
   Pemesanan tiket sebaiknya dilakukan jangan pada saat loket dibuka karena sudah pasti antrinya akan sangat lama, akan susah sekali untuk bisa tersambung dengan website PT. KAI. Oleh karena itu tunggulah kurang lebih tiga jam sesudahnya, kemungkinan besar trafficnya sudah mulai berkurang kepadatannya.
   Sebaiknya pilihlah metode pembayaran yang lebih mudah. Metode pembayaran yang ditawarkan adalah melalui transfer, debit, ATM, kartu kredit, mobile banking dan e-banking. Salah satu metode pembayaran ini bisa anda pilih, yang lebih memudahkan anda. Dengan demikian tiket bisa lebih cepat anda dapatkan.
   Sambungan internet sebaiknya harus selalu siap siaga selama 24 jam penuh. Karena kalau sampai terputus sebentar saja takutnya tiket yang sudah tersedia di tangan bisa melayang ke orang lain karena proses pemesanannya belum selesai namun sudah terganggu oleh koneksi internet yang tidak stabil.
   Apabila situs PT. KAI nya sibuk terus, kita bisa mencari alternatif lain dengan memesannya lewat agen travel online yang banyak bermunculan saat ini.


Ayoo siapa kemarin yang pingin piknik ke Banyuwangi setelah baca tulisanku Yang Menyenangkan dari Wisata di Banyuwangi sama ulasanku tentang Hotel Watu Dodol? Bisa banget tuh naik kereta api ke Banyuwangi. Kalo dari Malang ada Tawang Alun, dari Surabaya ada Sri Tanjung. Dari kota lain cek masing-masing yak. Yang mau mudik naik kereta api udah pada dapet tiket belum nih? Kalo belum, klik aja link di atas, langsung nyambung, langsung booking deh.

Hayuukk piknik, hayuk mudik!

Selasa, 17 April 2018

Olahraga Gratis di Taman Singha Merjosari Malang


Sejak Abah Anton menjadi walikota Malang, salah satu perubahan yang terlihat adalah semakin banyaknya taman kota sebagai hasil Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan besar di sekitar kota Malang.  Salah satu taman yang paling dekat rumahku adalah Taman Singha Merjosari atau yang cukup disebut Taman Merjosari saja.

Taman ini bisa dibilang taman yang yang paling luas di kota Malang, yang cuma bisa ditandingi luasnya oleh alun-alun kota. Bedanya, Taman Merjosari punya berbagai jenis alat olahraga yang bisa digunakan bebas oleh siapapun. Ala-ala gym gitu deh

Sebenarnya ada juga taman lain yang memiliki alat semacam ini, yaitu Merbabu Family Park (hasil CSRnya BDF, produsen Nivea yang pabriknya ada di Karanglo), tetapi Merjosari jauh lebih lengkap.


Pilihan alat olahraga di Taman Singha Merjosari Malang
Alat yang tersedia ada berbagai jenis. Ada airwalker, elliptical machine, bench for two untuk memperkuat kaki. Sebenarnya ada bicycle juga tapi sedang rusak, pedalnya gak ada 😅.
Trus ada chest press two seats, lat pull down two seats, 4 swivel wheel untuk memperkuat otot lengan, three waist swivel untuk pinggang dan double sit up board untuk otot perut.

Jenis alat yang tersedia di Taman Merjosari



Si bicycle yang pedalnya raib


Bagi yang pertama kali menggunakan alat-alat ini, tenang aja, ada petunjuk cara penggunaannya kok.


Petunjuk penggunaan airwalker

Petunjuk penggunaan bench for two (double leg press) 

Petunjuk penggunaan elliptical machine

Petunjuk penggunaan 4 swivel wheel

Petunjuk penggunaan double swing board

Petunjuk penggunaan three waist swivel

Petunjuk penggunaan chest press two seats

Itu petunjuk 7 dari 9 alat yang bisa digunakan. Untuk lat pull down two seats aku lupa gak ambil foto. Yah pokoknya buat mengangkat badan ke atas ke bawah gitu deh. Yang double sit up board gak usah dijelaskan kan? Sit up doang kok.

Nah itu tempat sit up nya
Pokoknya gampang semua cara pakainya. Cuma kalau lagi rame, ngantri ya, jangan berebut. Biasanya sih ramenya kalo akhir pekan atau sore hari. Kalo misalnya antriannya panjang, jogging aja dulu. Dengan areal seluas itu, jogging track-nya cukup panjang kok.

Jogging track di Taman Merjosari
Mau yang lebih menyenangkan? Kayuh becak udara deh. Dijamin fun workout, sambil liat pemandangan sekitar dari ketinggian.

Becak udara di Taman Merjosari

Rel becak udara
Buat yang suka basket, ada loop arena di sini, jadi kalian bisa main 3x3 dengan sesama anak basket. Tapi ada aturannya ya buat bisa masuk tim, yaitu antri shooting dan masuk. 6 orang pertama yang tembakannya masuk, boleh main 3x3. Aturan ini dibuat karena banyak yang mau main, jadi biar adil, usaha dulu deh.

Antrian shooting di Loop Arena
Cuma ada yang janggal di lapangan ini, yaitu garis perimeternya terlalu mepet dengan three point area. Akhirnya kalo main, garisnya gak lagi di situ tapi mundur ke belakang, mepet sama blok semen tempat orang duduk-duduk itu.
Aslinya tanganku udah gatel banget pingin main, sayangnya gak ada satupun ciwi yang keliatan mo main di situ, jadinya ya sudahlah yaw, tahan diri.

Kalo liat ring gini gatel pingin maen, sodaraaa!!


Oiya, di Loop Arena ini ada dua spot olahraga yang bersebelahan. Di samping lapangan basket 3x3 ada area untuk main skateboard.


Skateboard area

Selain berbagai fasilitas tersebut, setiap hari minggu pagi di sini ada senam aerobik juga. Sayangnya aku lupa gak ambil foto kemarin, jadinya cuma cerita aja. 

(No pic = hoax tuh)
Serah elo deh 😜

Pokoknya kalo mau ikut senam, datengnya pagian ya, biar gak ketinggalan.

Eh ya, ada satu lagi aktivitas di sini, tapi bayar, yaitu naik kuda. Bayarnya 10 rebu, kudanya jalan dari ujung lapangan yang satu ke ujung yang lain trus balik ke tengah. Udah. Mo lebih jauh ya bayar lagi.

Sewa kuda
So, gak ada alasan untuk gak olahraga, kan? 
Banyak fasilitas, gratis lagi.


Yukk maree, kita olahragaaa!!



Kamis, 05 April 2018

Lagi-lagi Zuppa Soup, Punya Coffee Taste dan Luigi Boom/Kafe Elbie

Hai haiii...

Ini posting masih dalam rangka mencari zuppa soup paling enak di kota Malang nih.
Setelah zuppa punya Madam Wang dan RM HD Wijaya yang pernah aku ulas, kali ini giliran Luigi Boom/Kafe Elbie dan Coffee Taste yang bakal jadi korban.

Lokasi Coffee Taste ada di Jl. Sarangan, di ruko pojokan, samping BRI. Karena sengaja nguber zuppanya, aku gak pesan menu apa-apa lagi selain zuppa ini, bahkan pesan minum pun enggak. Pingin liat aja seberapa kuat rasanya nempel di lidah setelah dimakan. 
(Geje banget ya? Demi apa coba?)
Demi nyari zuppa yang paling enak lah, gimana seh loe?
(Oiya ya?)
#tepokjidat

Jadiii, beginilah penampakan sang zuppa setelah disajikan


Zuppa Coffee Taste

Pastry-nya tipis, tapi gak setipis punya Madam Wang. Di gambar bawah ini keliatan kan ketebalan pastry setelah sebagian besar ludes dan sebagian kecilnya kecelup sup?



Bisa ngira-ngira dong ketebalan pastry zuppa punya Coffee Taste ini?

Rasa pastry-nya enak, kuakui itu. Sayang sekali gak didukung sama supnya.
Supnya terlalu banyak krim menurutku. Iya sih, namanya juga cream soup, tapi kayaknya gak harus gitu juga keles. Rasanya kayak krim yang diencerkan sedikit, trus dikasih daging. Udah gitu aja.


Ini isi cream soup zuppanya Coffee Taste.

 Aku sih eneg ya, gatau kalo Mas Anang. 

(Old school banget deh guyonannya)
Biarriiinnnn!!

Jadi kesimpulannya, zuppa punya Coffee Taste cuma pastry-nya yang bisa diterima sama lidahku. Supnya enggak. 

Lanjut ke Luigi Boom yaa...

Luigi Boom atau sekarang lebih dikenal dengan Kafe Elbie, berada di lantai 2 Mall Dinoyo City. Tempat ini dulunya adalah Nasi Goreng 69 tapi sepertinya gak terlalu laku jadi tutup. 
Meskipun berada di mall yang tutup jam 21.30, Kafe Elbie ini buka sampai tengah malam karena akses masuknya bisa lewat tangga di depan mall, gak harus masuk pintu mall. Biasanya sih dipake nongkrong orang-orang yang habis nonton malam di Movimax yang kebetulan ada di lantai 4 mall.

Kafe ini sebenarnya menyediakan banyak jenis menu berbasis pasta. Aku pernah nyoba pizzanya dan rasanya lumayan enak, tapi berhubung kita sedang mengulas zuppa soup, jadi ke sinilah kita fokus dulu.



Zuppa Soup Kafe Elbie 

Satu porsi zuppa harganya 28 ribu, termasuk beberapa lembar garlic bread. Aku suka garlic bread-nya, karena dipanggang sampe krispi. Pastry di supnya lumayan tebal. Lebih tebal daripada punya Madam Wang dan Coffee Taste, tapi gak setebal punya RM HD Wijaya. 

(Supnyaa dongg, supnya gimana?)

Haduhh, terus terang aja aku agak gak enak bahas supnya. Kalo kita ngomongin pastry-nya aja gimana? Supnya gak usah?

(Hadeehh, zuppa soup tuh ya sepaket sama supnya laahhh, masak pastry doang?)

Iya deh iya, tapi kalo kru Kafe Elbie baca ini, jangan dituntut pencemaran nama baik ya? Buat evaluasi aja, oke?

(Tumben sih ente segitunya, parah ta?)

Ehehe... Sort of..

(Walahh, separah apa?)

Nnggg...

(Halah bikin penasaran aja, ngomong aja nape sih?)

Gak enak nih..

(Jahh, udah gak usah takut, biar dipake evaluasi sama kafenya, bilang aja gimana rasanya nape siihh?)

Udahh, ya itu rasanyaaa!

(Hah? Maksudnya? Gak enak gituh?)

Iyaaa, ituuuu...

Supnya tuh aneh banget rasanya. Kayak ada yang salah gitu. Entah salah masak, ato salah bumbu, yang jelas aku makan isiannya aja udah perjuangan setengah mati, padahal kuahnya yang ikut kesendok cuma dikit. 


Zuppa Soup Kafe Elbie


Aku sampe bingung mau komentar apa soal supnya. Kalo punya Coffee Taste kan jelas, too creamy, kalo ini gak jelas, jadi gatau mo komen apa. Yang jelas ujungnya aku cuma bisa makan pastry-nya, sama kayak Coffee Taste. 

Gimana kalo menurut kalian, manteman, apa lidahku yang salah?

Rabu, 04 April 2018

Yang Menyenangkan dari Wisata di Banyuwangi



Sunrise di Banyuwangi

Ngomongin Banyuwangi jadi inget sama voting rekreasi alumni SMA.  
Jadi ceritanya angkatan kami tuh punya rencana buat piknik rame-rame tahun depan.  Dibikinlah beberapa pilihan destinasi untuk di-vote. Ada Lombok, Karimunjawa, Bromo dan Banyuwangi.  Hasilnya, suara hanya terfokus di 3 pilihan pertama, Banyuwangi sama sekali gak ada yang milih.
Aku jadi bertanya-tanya,  destinasi wisata di Banyuwangi tuh gak terkenal ya?  Sampe se-angkatan gak ada yang tertarik buat ke sana gitu loh. Kesimpulannya, kalo dibandingkan sama wilayah Jatim yang lain seperti Bromo sama Malang (ehm, Arema harus bangga dong sama kotanya) yang emang udah jadi tujuan wisata utama sejak lama, sepertinya Banyuwangi belum begitu jadi pilihan masyarakat umum.
Kayaknya perlu di-boost promonya nih, pemkab.
Ya udahlah yaw,  aku bantuin promosi di sini deh, sapa tau dibaca sama bupatinya trus dapet nginep gratis di Watu Dodol lagi, hahaha..  *ngarep.com*
Tapi iya lho, setelah mengulas hotel keren di sini, aku jadi pingin cerita yang lain juga, soalnya selama 2 hari di sana, kayaknya gak nemu sesuatupun yang bikin nilai kota ini jadi minus.
Aku tau terlalu dini untuk menilai sebuah kota dari kunjungan yang cuma 2 hari, tapi ngaku deh, kita semua (eh hampir kali ya?) pasti pernah datang ke suatu tempat cuma sehari ato bahkan beberapa jam aja dan langsung memutuskan gak akan pernah ke situ lagi? Nah lo, ternyata kesan pertama itu penting kan? Karena itu aku nulis soal ini juga berdasarkan kesan pertama yang 2 hari itu. Boleh dijadikan rujukan, boleh juga enggak. Gak bakal diblokir kok,  tenang aja 😄.
Yang pertama tentang masyarakatnya. Di tempat lain kadang ada kan yang bikin jengkel pengunjung? Misalnya pedagang asongan yang suka nguber bahkan maksa dengan macem-macem rayuan supaya dagangannya dibeli, nah di Banyuwangi aku enggak nemu yang macam tu. Meskipun di tempat wisata,  orang nawarkan dagangannya biasa aja, gak dibeli ya udah, pindah nawari yang lain. Kita kadang yang malah gak tega dan manggil mereka balik, hehehe..
Trus, waktu kami gagal snorkeling di sekitar Pulau Tabuhan gegara lautnya dikuasai sama ubur-ubur (catet ya, itu radius beberapa cm ada ubur-ubur, jadinya kayak they rule the ocean gitu deh - jadi inget Spongebob, puja ubur-ubur ajaib! Eh itu mah kerang ajaib ya? *plakk*), guide sama yang punya perahu keliatan nyesel banget, kita udah nyewa perahu mahal-mahal buat snorkeling (sewanya 500rb btw, you better share, people), eh malah gak bisa turun di laut. Mereka justru kasih saran, gimana kalo tetap turun dengan guide di depan, jadi kalo ada ubur-ubur biar guide-nya yang kena duluan. Ya ampun, sampe mo mengorbankan diri begitu rupa demi kita gak kecewa. Terharu gak sih? Akhirnya kita memutuskan untuk meninggalkan pulau Tabuhan dan snorkeling di sekitar Rumah Apung dan penangkaran hiu aja, sambil kasih makan ikan-ikan, walaupun lautnya gelap dan terumbu karangnya gak gitu keliatan. Udah hampir maghrib bo'!
Yang ke dua, makanannya enak-enak. Selama dua hari di sana, kayaknya kita gak nemu makanan yang gak enak deh. Ada makanan khas Banyuwangi yang namanya Sego Cawuk, yang kayaknya paling Banyuwangi banget. Perpaduan kuah yang gurih dan parutan kelapanya tuh pas di lidah, apalagi ditambah lauk pepes ikan, kane lopp! Baksonya juga enak, padahal mah kita belinya gak sengaja, gegara ketemu teman di depan sebuah warung bakso, kan gak enak tuh kalo cuma berdiri aja, belilah kita di situ, itung-itung sambil nongkrong. Eh ternyata enak juga. Cuma ada satu sih masukan buat makanan Banyuwangi, Pecel Pitik yang di kampung Osing Kemiren itu, ayamnya terlalu keras. Emang ayam kampung sih, tapi kalo dipresto dulu ato digimanain gitu kayaknya bisa lebih chewable deh. Rasanya sih enak, cuma agak kerasnya itu kayaknya yang perlu diperbaiki.
Ke tiga, tempat wisatanya yang naturalis. Selain wisata alam yang udah terkenal seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, Pantai Bangsring dan pulau-pulau di sekitarnya, Banyuwangi punya kampung yang dikasih nama Kampung Primitif. Ada rumah-rumah kayu beratap daun dan orang-orang pake baju primitif gitu deh. Walaupun itu semua buatan (Primitif adalah singkatan dari Prima Inovatif), bukan beneran primitif, tapi pemilihan untuk membuat destinasi wisata semacam ini (yang naturalis dan tetap menjaga ekosistem, alih-alih bikin theme park buatan berhektar-hektar) patut diapresiasi.   


Kampung Primitif Banyuwangi


Kantin Kampung Primitif Banyuwangi

Larangan di Kampung Primitif Banyuwangi

Jadi gimana, pada tertarik ke Banyuwangi? Pak Bupati, saya dapat hadiah apa nih?  

Rabu, 14 Maret 2018

Rekomendasi Hotel di Banyuwangi: Hotel/Resort Watu Dodol

Banyuwangi adalah salah satu kota di provinsi sendiri yang bisa dibilang belum pernah aku kunjungi secara khusus, alias cuma lewat aja. Yah, karena pelabuhan Ketapang buat nyebrang ke Bali itu lokasinya sebelum masuk kota, jadinya lihat kotanya pun juga belum pernah. 
Kasian deh guweh 🙍😢

Alhamdulillahnya, pada suatu hari di pagi yang sepi, suami ngajak ke Banyuwangi untuk suatu keperluan. Langsung deh, gugling ke sana ke mari, nyari penginapan dan spot buat dikunjungi.

Waktu cek web pemesanan hotel, langsung kepincut liat sebuah hotel/resort yang dapet rating lumayan tinggi di beberapa platform. 8,9 dari 10 di traveloka, 8,3 dari 10 di booking.com, 4 dari 5 di tripadvisor. Komentarnya bagus-bagus dan yang terpenting adalah harganya dong yang ramah kantong. Namanya Watu Dodol Resort/Hotel Watu Dodol.  

Okelah, nyoba booking di situ.
Kami berangkat naik travel dari Surabaya  dengan Banyuwangi Travel (081235612585), tarif 145 ribu, dapat air mineral botol kecil dan beng-beng masing-masing sebiji. Armada Pregio. Lumayan nyaman, dilengkapi bantal dan selimut yang ukurannya pas dan ketebalannya juga pas. Berhenti makan di Tongas, Probolinggo, sekitar jam 3 pagi. Kita dapat kupon untuk makan prasmanan (bisa ganti menu lain seperti rawon dan soto). Setelah makan, travel meluncur lagi dan sampai di Watu Dodol Resort sekitar jam 5 pagi. Sempat was-was bisa early check in enggak ya, soalnya ini mah early nya kebangetan gitu, mruput. Ternyata, boleh banget loh early check in jam segitu, gak ada biaya tambahan. Kita dapet kamar yang ada connecting door-nya. Satu kamar double bed, satunya twin.  Begonya, aku lupa ambil foto kamarnya. Cuma kamar mandi aja sebiji, itupun agak gelap. But lemmie say, the bathroom was awesome. Luas pake banget, ada jemurannya di bawah bagian atap yang tembus cahaya. Jemur baju renang di situ, sehari aja udah kering loh.


Watu Dodol Resort Extra Wide Bathroom

Maaf yah pemirsah, itu ambil fotonyah pas subuh, resolusi kamera hapenya menyedihkan, harap maklum kalo gelap begituh. *sungkem atu-atu*

Tapi jangan kuatir, sebagai upeti, di bawah ada beberapa foto outdoor yang cukup cahaya kok.


Pemandangan dari Restoran Watu Dodol 

View Selat Bali dari Hotel Watu Dodol Banyuwangi

Kolam renangnya menghadap laut, sodaraaa!!

Kolam renang dan kamar model resort di Hotel Watu Dodol Banyuwangi



Di tengah Hotel Watu Dodol Banyuwangi ada tamannya

Middle yard of Watu Dodol Hotel Banyuwangi



Pemandangan dari taman tengah Hotel Watu Dodol Banyuwangi

Tuh kan, view-nya keren banget..

Di Watu Dodol Resort tuh, meskipun kamarnya juara, tapi rugi banget kalo di kamar mulu. Meskipun kamar mandinya bisa dipake main bola, gak usah juga lah mpe bikin gol. Rugi besar kalo sampe ketinggalan liat sunrise. Sunset juga kalo pas di hotel, cahayanya oke banget buat foto-foto. Cuma kalo siang-siang, enaknya nongkrong di restonya yang menunya dijamin bakal melengkapi kesempurnaan liburan kita.

Biasanya tuh makanan hotel kan hambar-hambar gimana gitu ya? Di sini enggak. Waktu kita early check in kan otomatis gak dapet sarapan tuh, orderlah kite ke restoran. Nyoba bakso sama rawon. Udah underestimate aja nih, gak gitu berharap. Eh ternyata, kane lopp lho rekk! Baksonya terasa dagingnya, rawonnya juga bumbunya pas. Harganya juga standart kok, bakso cuma 15 ribu, rawon 20 ribu. 
Tambah kepincutlah sama hotel ini. Everything was perfect!

Lokasi Watu Dodol Resort ini juga gampang dicari kok. Ada di jalan utama menuju Pelabuhan Ketapang kalo dari arah Surabaya, di kiri jalan. Cuma beberapa kilometer dari pelabuhan. Dari belakang hotel kita bisa lihat kapal-kapal yang hilir mudik Ketapang-Gilimanuk. Keren dah pokoknya.

Oya, lokasi hotel juga gak jauh dari Bangsring, pantai tempat Rumah Apung dan penangkaran hiu. Sekaligus starting point kalau mau ke Pulau Tabuhan dan Menjangan.
Ni hotel emang juara banget dah, udah fasilitas bintang 5, lokasinya pun strategis buat wisatawan. Mau gak mau, jadi banding-bandingin sama hotel di tempat lain yang kadang enggak banget, seperti misal hotel di negara tetangga yang pernah aku tulis di sini.

Jadi makin cinta Indonesia deh 💗💗💗💗






Jumat, 02 Maret 2018

Menuju Indonesia Maju: Yuk Tulis Konten Positif, Lawan Hoax




Indonesia.

Negara kita tercinta yang umurnya sudah 72 tahun ini, masih juga berstatus sebagai negara berkembang.

Miris?

Iyalah yaw. Kalau dimisalkan sebagai manusia, umur 72 tahun tuh udah bau tanah banget. Kalau kata orang, manusia hidup rata-rata mencapai usia 60 tahun, jadi kalau bertahan sampai 72 tahun, itu udah dapet bonus 12 tahun.

Lha tapi kan Indonesia itu negara, bukan manusia? Yah, namanya juga analogi, kan suka-suka guweh. *dilempar sandal jepit*

*kembaliin lagi sandal jepitnya*

Lah malah lempar-lemparan sandal. Eh btw, sandal jepit itu produk asli Indonesia juga loh.

Halahh, ngomong apaan sih? Tadi ngomong negara, sekarang ngomong sandal. Fokus wooii, fokus!

Iya deh iyaaa!

Trus kenapa emang kalau Indonesia masih berstatus sebagai negara berkembang? Masalah buat loe?

Hadehh, ini apaan lagi malah berantem!

Iya udah, akur, akuurrr..



Balik lagi deh ya, serius dikit. Jadi, sudah berumur 72 tahun dan masih berstatus sebagai negara berkembang itu ternyata mengusik rasa kebangsaan presiden kita, Pak Jokowi. Beliau ingin, kita segera bisa naik kelas menjadi negara maju, nggak stagnan di fase berkembang mulu. Ngaku deh, kita semua juga, kan? Kita pingin juga kan merasakan kemudahan akses ke mana-mana seperti negara tetangga yang merdekanya lebih lambat daripada kita tapi pembangunannya lebih melesat dibanding kita?

Tapi ingat juga, sob, selama ini pembangunan terpusat di pulau Jawa, padahal, Negara kita kan punya belasan ribu pulau. Nah, pemerintah saat ini punya program pemerataan pembangunan, dengan membangun akses jalan, pembangkit tenaga listrik dan keseragaman harga BBM, supaya penduduk di pulau-pulau yang sebelumnya kurang mendapat fasilitas itu pun akhirnya bisa merasakan.

Video berikut ini mungkin bisa memberikan sedikit gambaran tentang pencapaian yang sudah kita peroleh hingga saat ini



Seneng nggak sih lihatnya?

Pasti dong ya, saudara-saudara kita yang dulunya cuma pakai pelita, sekarang udah tersambung listrik. Yang sebelumnya beli BBM dengan harga puluhan bahkan ratusan ribu, sekarang udah bisa mendapatkan BBM dengan harga yang sama dengan kita-kita yang di pulau Jawa.

Semoga dengan begini, tak lama lagi kita bakal menjadi salah satu dari jajaran negara maju, yang semua rakyatnya bisa mendapatkan haknya dengan merata dan berkeadilan.

Program-program pemerintah ini terus disosialisasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) diantaranya melalui seminar Flashblogging yang diadakan di berbagai kota di Indonesia. Dan kali ini, Malang yang kebagian sampur. Para blogger Malang berkumpul pada hari Jumat, 2 Maret 2018 di Hotel Aria Gajayana untuk mendapatkan materi blogging yang interaktif dan positif dari blogger kondang Mbak Mira Sahid dan staf Kemkominfo.

Yuk, nulis terus, ngeblog terus! Kita lawan hoax dengan tulisan positif!


Note: tulisan ini mendapatkan juara 2 Lomba Flashblogging yang diadakan Kemkominfo di Malang, 2 Maret 2018.

 

Blogger news

Blogroll

Blogger templates

About