Pages

Kamis, 09 Agustus 2018

Hokben dan Sumpit Bertuah


Alkisah, di sebuah negeri, hiduplah seorang anak polos yang rajin menabung dan mencuci kaki sebelum tidur. Pada suatu hari, anak tersebut ditraktir makan ketoprak oleh sepupunya. Abang penjual ketoprak tampaknya sedang mencoba-coba menggabungkan makanan Betawi dengan makanan Jepang, jadilah sang ketoprak disajikan dengan sumpit. Si anak yang baru sekali-kalinya itu melihat sumpit, berjuang dengan segala cara supaya bisa makan ketoprak dengan benda tersebut. Ia memperlakukan sumpit seperti makan dengan sendok garpu. Walhasil, tak satupun isi ketoprak yang masuk ke mulutnya. Akhirnya ia menyerah dan meminta sendok kepada abang ketoprak yang senyum-senyum melihatnya berjibaku dengan sumpit. Belajar menggunakan sumpit gagal total.

Tak terasa, si anak beranjak dewasa. Satu ketika, teman-temannya mengajaknya hangout di sebuah gerai makanan Jepang bernama Hoka Hoka Bento. Melihat sumpit di baki saji, mendadak dia merasa seperti memutar ulang waktu. Gambaran saat-saat dia berusaha mengangkat makanan ke mulutnya tetapi makanan itu jatuh semua ke piring, saat dia berusaha mencungkil makanan dengan sumpit tetapi isinya berhamburan ke meja, berkelebatan dalam benaknya. Betapa malunya jika itu semua terulang kembali di usianya yang sudah berkepala 2. Ia akan jadi obyek tontonan satu gerai dan bukan tidak mungkin teman-temannya mendadak menjauh dan mengaku tidak mengenalnya. Mau ditaruh di mana mukanya?

Mengantisipasi itu semua, akhirnya dia memutuskan untuk mengunakan sendok alih-alih sumpit, demi menyelamatkan mukanya yang cuma selembar dan nggak ada gantinya itu.

Baru sesuap dua suap nasi masuk ke mulutnya (ia berniat makan Ebi Furai dengan sendok, tetapi percayalah teman, agak susah makan Ebi Furai pakai sendok plastik), temannya bertanya, "Kok nggak pakai sumpit?"

Menurutmu, ia harus menjawab apa? 
A. Mengaku dengan jujur kalau nggak bisa pakai sumpit.
B. Pura-pura sumpitnya patah.
C. Pura-pura pingsan.
....
....
Oke okee, aku tau kalian pada milih C, tapi ternyata, ia memilih...
Nggak jawab apa-apa pemirsah! 

Nyebelin nggak tuh? Udah pada semangat milih jugak!

Temen satunya malah dengan tega dan muka tak bersalah dengan cueknya nuduh, "Nggak bisa pakai sumpit ya?"

Sia-sialah perjuangannya menyelamatkan muka pada hari itu, karena mau nggak mau, ia terpaksa mengangguk pasrah dan bergumam seperti orang berkumur.

"Sini aku ajarin!" Mendadak terdengar suara semerdu malaikat.

Dipandangnya arah suara. Ia sudah membayangkan sepasang sayap dan cahaya putih berpendar-pendar di situ, tapi ternyata cuma ada temannya yang sedang mengangkat sumpit di depan mukanya.

"Pegang sumpitnya begini," katanya sambil menggerakkan 3 jari di ujung sumpit.

Kuambil sumpit yang masih berada dalam pembungkusnya, kusobek-sobek kertasnya, lalu segera mengikuti gerakan sang teman.

Loh, kok, jadi aku?

Eh, iya, emang aku sih. Hihihi...

Jadi pemirsah, memang akulah si culun yang baru bisa pakai sumpit ketika berumur 20an. Itu semua atas jasa seorang teman keturunan Tionghoa yang baik banget mau ngajarin aku pakai sumpit sampai aku bisa. Dia juga bercerita tradisi keluarganya dalam menggunakan sumpit, seperti misalnya bagaimana memposisikan sumpit saat kita jeda makan atau saat sudah selesai makan. Dan itu semua terjadi di Hoka Hoka Bento yang sekarang udah dipendekin logonya jadi Hokben aja. Jadi tiap kali ke Hokben tuh kayak yang turn back time gitu. This is the place I learned how to use chopsticks.

Jaman dulu kan masih jarang ada tempat makan makanan Jepang, atau yang pakai sumpit lah.  Jadi kayaknya kalo mau belajar pake sumpit ya ke Hokben. Dan ini mungkin bukan cuma terjadi sama aku. Pasti banyak orang lain yang mempunyai pengalaman serupa. Secara nggak langsung, Hokben itu punya ikatan emosional sama proses belajar kita. Aku sih secara khususnya, hihihi..

Dengan ikatan emosional yang terbangun secara nggak sengaja itu, makanya aku seneng banget pas tau kalo Hokben buka gerai baru di Jl. Soekarno Hatta, Malang, secara deket sama rumahku. Gerai ini adalah cabang pengganti MX Mall yang sekarang sedang direnovasi. Lokasinya ada di lantai bawahnya Dapur Kota.




Dan yang bikin lebih seru, sekarang ada menu baru yang sesuai sama selera manusia kekinian, yaitu Hot & Spicy Teriyaki.

Hot & spicy beef teriyaki. Keliatan kan cabenya? (Haduhh, mendadak terasa pedas)

Hot & spicy chicken teriyaki

Yang nggak suka pedes, tetep dong masih banyak pilihan..

Menu spesial

Pasti ada favorit kamu di sini

Atau di sini?

Kalo ini favorit dedek-dedek gemes

Ini mainan lucunya Kidzu Bento. Eit, orang dewasa boleh banget loh kalo mau koleksi. Biar terjaga jiwa mudnya. Ye kan, ye kan?


Btw, pada tau nggak kalo Hokben tuh sebenernya brand lokal, bukan impor dari Jepang? Baru tau? Sama, aku juga. Semua bahannya juga lokal. Nasinya yang enak banget itu awalnya kupikir beras Jepang, tapi setelah ditanyain, ternyata bukan, itu beras lokal. Nah lho, ternyata beras kita bisa seenak itu, masaknya gimana yah?

Dan yang paling bikin tenang tuh, Hokben udah dapet sertifikasi halal. Bahkan masuk kategori A, which mean proses produksinya udah dipercaya banget bakal menjaga kehalalan, sehingga selama 2 tahun tidak akan diperiksa. Tenang lah pokoknya kita makan di Hokben.

Pajang gede-gede ahh

Udah gih sana ke Hokben. Kalau pada sibuk, delivery order aja ke 1500-505. 
Biar gampang inget, kalo lapar = SOS >>> 1500-505.


Nggak ada lagi kan yang bikin kamu ragu makan di Hokben? 
Apa?
Minta traktir? 
Boleh, tar kutraktir sumpit. Okesip?
*dilempar ocha*

(Trus sumpit bertuahnya manaa?)
Lahh, kan bertuah banget tuh, bikin kenyang. 
*dilempar ocha segentong*
*kaborr ke Hokbennn* 

  

Jumat, 18 Mei 2018

Cara Mudah Membeli Tiket Kereta Api Via Online

Kereta api gerbong baru (sumber: Google)



Bepergian ke luar kota dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Bisa dengan mengendarai kendaraan pribadi atau menggunakan jasa transportasi umum. Kalau memakai kendaraan pribadi tidak akan menjadi masalah karena waktunya fleksibel, bisa kita tentukan sendiri. Lain halnya kalau mengendarai transportasi umum.

Kalau memilih untuk naik transportasi umum, jadwal keberangkatan memang masih bisa kita yang menentukan namun tentu saja untuk masalah tiketnya tidak bisa seenaknya sendiri, dalam arti jika ingin memperoleh tiket sesuai dengan yang kita inginkan maka harus dipesan jauh-jauh hari.

Sebetulnya tiket masih bisa kita dapatkan di hari H keberangkatan namun kemungkinannya kecil sekali, kenyataan yang sering terjadi kita akan kehabisan tiket. Atau bisa jadi kita masih bisa memperoleh tiketnya tetapi dengan harga lebih mahal dan sudah tidak bisa memilih lagi, sesuai apa yang ada saja. Memilih di sini maksudnya memilih tempat duduk yang enak.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dienakkan di atas tersebut maka jauh-jauh hari kita harus memesan tiket seperti tiket online pt kai. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mendapatkan tiket dengan harga yang kita inginkan dan tentunya juga tempat duduk yang strategis.

Jenis transportasi umum yang pada umumnya digunakan untuk mengantarkan kita bepergian ke luar kota ada tiga macam. Transportasi darat, laut dan udara. Kali ini yang akan jadi pembahasan di sini adalah jenis transportasi darat, khususnya kereta api.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa kereta api merupakan salah satu jenis dari transportasi darat yang memiliki banyak peminat. Terutama sekali untuk sekarang-sekarang ini. Hal ini tidak terlepas dari kenyamanan dan fasilitas lebih yang diberikan oleh PT. KAI (Kereta Api Indonesia), selaku badan usaha milik pemerintah yang dipercaya mengelola kereta api di Indonesia.

Kenyamanan penumpang kereta api betul-betul sangat diperhatikan oleh PT. KAI. Jika dahulu kereta yang dipasangi oleh AC (Air Conditioner) hanyalah yang berkelas eksekutif namun saat ini para penumpang yang naik di kereta yang berkelas ekonomipun sudah bisa menikmati dinginnya hawa di dalam kereta.

Kebersihan juga sangat diperhatikan oleh PT. KAI. Tidak hanya kebersihan di dalam gerbong kereta api dan sekitarnya termasuk toiletnya melainkan juga kebersihan di areal stasiunnya. Fasilitas lainnya lagi yang diberikan kepada para penumpangnya adalah dengan dipasangkannya stop kontak di setiap deret kursi sebagai sarana untuk mengecharge baterei telepon seluler.

Fasilitas yang lain yang tidak kalah menariknya adalah dalam hal pembelian tiket. Saat ini para penumpang tidak perlu lagi harus mengantri tiket di stasiun. PT. KAI memberikan kemudahan dalam hal ini, yaitu cara mudah membeli tiket kereta api via online.

Cara mudah membeli tiket kereta api via online bisa dilakukan oleh para penumpangnya dengan efektif kalau mereka sudah mengetahui hal-hal berikut ini :
  Tiket bisa dipesan jauh-jauh hari sebelumnya, sejak tiga bulan sebelum hari H.
Jika    Jika anda memesan jauh hari sebelumnya, anda akan memiliki persiapan waktu yang lebih panjang. Berpikirnyapun akan lebih tenang. Tempat duduk yang nyaman yang sesuai dengan keinginan bisa diperoleh dengan mudah.
   Pemesanan tiket sebaiknya dilakukan jangan pada saat loket dibuka karena sudah pasti antrinya akan sangat lama, akan susah sekali untuk bisa tersambung dengan website PT. KAI. Oleh karena itu tunggulah kurang lebih tiga jam sesudahnya, kemungkinan besar trafficnya sudah mulai berkurang kepadatannya.
   Sebaiknya pilihlah metode pembayaran yang lebih mudah. Metode pembayaran yang ditawarkan adalah melalui transfer, debit, ATM, kartu kredit, mobile banking dan e-banking. Salah satu metode pembayaran ini bisa anda pilih, yang lebih memudahkan anda. Dengan demikian tiket bisa lebih cepat anda dapatkan.
   Sambungan internet sebaiknya harus selalu siap siaga selama 24 jam penuh. Karena kalau sampai terputus sebentar saja takutnya tiket yang sudah tersedia di tangan bisa melayang ke orang lain karena proses pemesanannya belum selesai namun sudah terganggu oleh koneksi internet yang tidak stabil.
   Apabila situs PT. KAI nya sibuk terus, kita bisa mencari alternatif lain dengan memesannya lewat agen travel online yang banyak bermunculan saat ini.


Ayoo siapa kemarin yang pingin piknik ke Banyuwangi setelah baca tulisanku Yang Menyenangkan dari Wisata di Banyuwangi sama ulasanku tentang Hotel Watu Dodol? Bisa banget tuh naik kereta api ke Banyuwangi. Kalo dari Malang ada Tawang Alun, dari Surabaya ada Sri Tanjung. Dari kota lain cek masing-masing yak. Yang mau mudik naik kereta api udah pada dapet tiket belum nih? Kalo belum, klik aja link di atas, langsung nyambung, langsung booking deh.

Hayuukk piknik, hayuk mudik!

Selasa, 17 April 2018

Olahraga Gratis di Taman Singha Merjosari Malang


Sejak Abah Anton menjadi walikota Malang, salah satu perubahan yang terlihat adalah semakin banyaknya taman kota sebagai hasil Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan besar di sekitar kota Malang.  Salah satu taman yang paling dekat rumahku adalah Taman Singha Merjosari atau yang cukup disebut Taman Merjosari saja.

Taman ini bisa dibilang taman yang yang paling luas di kota Malang, yang cuma bisa ditandingi luasnya oleh alun-alun kota. Bedanya, Taman Merjosari punya berbagai jenis alat olahraga yang bisa digunakan bebas oleh siapapun. Ala-ala gym gitu deh

Sebenarnya ada juga taman lain yang memiliki alat semacam ini, yaitu Merbabu Family Park (hasil CSRnya BDF, produsen Nivea yang pabriknya ada di Karanglo), tetapi Merjosari jauh lebih lengkap.


Pilihan alat olahraga di Taman Singha Merjosari Malang
Alat yang tersedia ada berbagai jenis. Ada airwalker, elliptical machine, bench for two untuk memperkuat kaki. Sebenarnya ada bicycle juga tapi sedang rusak, pedalnya gak ada 😅.
Trus ada chest press two seats, lat pull down two seats, 4 swivel wheel untuk memperkuat otot lengan, three waist swivel untuk pinggang dan double sit up board untuk otot perut.

Jenis alat yang tersedia di Taman Merjosari



Si bicycle yang pedalnya raib


Bagi yang pertama kali menggunakan alat-alat ini, tenang aja, ada petunjuk cara penggunaannya kok.


Petunjuk penggunaan airwalker

Petunjuk penggunaan bench for two (double leg press) 

Petunjuk penggunaan elliptical machine

Petunjuk penggunaan 4 swivel wheel

Petunjuk penggunaan double swing board

Petunjuk penggunaan three waist swivel

Petunjuk penggunaan chest press two seats

Itu petunjuk 7 dari 9 alat yang bisa digunakan. Untuk lat pull down two seats aku lupa gak ambil foto. Yah pokoknya buat mengangkat badan ke atas ke bawah gitu deh. Yang double sit up board gak usah dijelaskan kan? Sit up doang kok.

Nah itu tempat sit up nya
Pokoknya gampang semua cara pakainya. Cuma kalau lagi rame, ngantri ya, jangan berebut. Biasanya sih ramenya kalo akhir pekan atau sore hari. Kalo misalnya antriannya panjang, jogging aja dulu. Dengan areal seluas itu, jogging track-nya cukup panjang kok.

Jogging track di Taman Merjosari
Mau yang lebih menyenangkan? Kayuh becak udara deh. Dijamin fun workout, sambil liat pemandangan sekitar dari ketinggian.

Becak udara di Taman Merjosari

Rel becak udara
Buat yang suka basket, ada loop arena di sini, jadi kalian bisa main 3x3 dengan sesama anak basket. Tapi ada aturannya ya buat bisa masuk tim, yaitu antri shooting dan masuk. 6 orang pertama yang tembakannya masuk, boleh main 3x3. Aturan ini dibuat karena banyak yang mau main, jadi biar adil, usaha dulu deh.

Antrian shooting di Loop Arena
Cuma ada yang janggal di lapangan ini, yaitu garis perimeternya terlalu mepet dengan three point area. Akhirnya kalo main, garisnya gak lagi di situ tapi mundur ke belakang, mepet sama blok semen tempat orang duduk-duduk itu.
Aslinya tanganku udah gatel banget pingin main, sayangnya gak ada satupun ciwi yang keliatan mo main di situ, jadinya ya sudahlah yaw, tahan diri.

Kalo liat ring gini gatel pingin maen, sodaraaa!!


Oiya, di Loop Arena ini ada dua spot olahraga yang bersebelahan. Di samping lapangan basket 3x3 ada area untuk main skateboard.


Skateboard area

Selain berbagai fasilitas tersebut, setiap hari minggu pagi di sini ada senam aerobik juga. Sayangnya aku lupa gak ambil foto kemarin, jadinya cuma cerita aja. 

(No pic = hoax tuh)
Serah elo deh 😜

Pokoknya kalo mau ikut senam, datengnya pagian ya, biar gak ketinggalan.

Eh ya, ada satu lagi aktivitas di sini, tapi bayar, yaitu naik kuda. Bayarnya 10 rebu, kudanya jalan dari ujung lapangan yang satu ke ujung yang lain trus balik ke tengah. Udah. Mo lebih jauh ya bayar lagi.

Sewa kuda
So, gak ada alasan untuk gak olahraga, kan? 
Banyak fasilitas, gratis lagi.


Yukk maree, kita olahragaaa!!



Kamis, 05 April 2018

Lagi-lagi Zuppa Soup, Punya Coffee Taste dan Luigi Boom/Kafe Elbie

Hai haiii...

Ini posting masih dalam rangka mencari zuppa soup paling enak di kota Malang nih.
Setelah zuppa punya Madam Wang dan RM HD Wijaya yang pernah aku ulas, kali ini giliran Luigi Boom/Kafe Elbie dan Coffee Taste yang bakal jadi korban.

Lokasi Coffee Taste ada di Jl. Sarangan, di ruko pojokan, samping BRI. Karena sengaja nguber zuppanya, aku gak pesan menu apa-apa lagi selain zuppa ini, bahkan pesan minum pun enggak. Pingin liat aja seberapa kuat rasanya nempel di lidah setelah dimakan. 
(Geje banget ya? Demi apa coba?)
Demi nyari zuppa yang paling enak lah, gimana seh loe?
(Oiya ya?)
#tepokjidat

Jadiii, beginilah penampakan sang zuppa setelah disajikan


Zuppa Coffee Taste

Pastry-nya tipis, tapi gak setipis punya Madam Wang. Di gambar bawah ini keliatan kan ketebalan pastry setelah sebagian besar ludes dan sebagian kecilnya kecelup sup?



Bisa ngira-ngira dong ketebalan pastry zuppa punya Coffee Taste ini?

Rasa pastry-nya enak, kuakui itu. Sayang sekali gak didukung sama supnya.
Supnya terlalu banyak krim menurutku. Iya sih, namanya juga cream soup, tapi kayaknya gak harus gitu juga keles. Rasanya kayak krim yang diencerkan sedikit, trus dikasih daging. Udah gitu aja.


Ini isi cream soup zuppanya Coffee Taste.

 Aku sih eneg ya, gatau kalo Mas Anang. 

(Old school banget deh guyonannya)
Biarriiinnnn!!

Jadi kesimpulannya, zuppa punya Coffee Taste cuma pastry-nya yang bisa diterima sama lidahku. Supnya enggak. 

Lanjut ke Luigi Boom yaa...

Luigi Boom atau sekarang lebih dikenal dengan Kafe Elbie, berada di lantai 2 Mall Dinoyo City. Tempat ini dulunya adalah Nasi Goreng 69 tapi sepertinya gak terlalu laku jadi tutup. 
Meskipun berada di mall yang tutup jam 21.30, Kafe Elbie ini buka sampai tengah malam karena akses masuknya bisa lewat tangga di depan mall, gak harus masuk pintu mall. Biasanya sih dipake nongkrong orang-orang yang habis nonton malam di Movimax yang kebetulan ada di lantai 4 mall.

Kafe ini sebenarnya menyediakan banyak jenis menu berbasis pasta. Aku pernah nyoba pizzanya dan rasanya lumayan enak, tapi berhubung kita sedang mengulas zuppa soup, jadi ke sinilah kita fokus dulu.



Zuppa Soup Kafe Elbie 

Satu porsi zuppa harganya 28 ribu, termasuk beberapa lembar garlic bread. Aku suka garlic bread-nya, karena dipanggang sampe krispi. Pastry di supnya lumayan tebal. Lebih tebal daripada punya Madam Wang dan Coffee Taste, tapi gak setebal punya RM HD Wijaya. 

(Supnyaa dongg, supnya gimana?)

Haduhh, terus terang aja aku agak gak enak bahas supnya. Kalo kita ngomongin pastry-nya aja gimana? Supnya gak usah?

(Hadeehh, zuppa soup tuh ya sepaket sama supnya laahhh, masak pastry doang?)

Iya deh iya, tapi kalo kru Kafe Elbie baca ini, jangan dituntut pencemaran nama baik ya? Buat evaluasi aja, oke?

(Tumben sih ente segitunya, parah ta?)

Ehehe... Sort of..

(Walahh, separah apa?)

Nnggg...

(Halah bikin penasaran aja, ngomong aja nape sih?)

Gak enak nih..

(Jahh, udah gak usah takut, biar dipake evaluasi sama kafenya, bilang aja gimana rasanya nape siihh?)

Udahh, ya itu rasanyaaa!

(Hah? Maksudnya? Gak enak gituh?)

Iyaaa, ituuuu...

Supnya tuh aneh banget rasanya. Kayak ada yang salah gitu. Entah salah masak, ato salah bumbu, yang jelas aku makan isiannya aja udah perjuangan setengah mati, padahal kuahnya yang ikut kesendok cuma dikit. 


Zuppa Soup Kafe Elbie


Aku sampe bingung mau komentar apa soal supnya. Kalo punya Coffee Taste kan jelas, too creamy, kalo ini gak jelas, jadi gatau mo komen apa. Yang jelas ujungnya aku cuma bisa makan pastry-nya, sama kayak Coffee Taste. 

Gimana kalo menurut kalian, manteman, apa lidahku yang salah?

Rabu, 04 April 2018

Yang Menyenangkan dari Wisata di Banyuwangi



Sunrise di Banyuwangi

Ngomongin Banyuwangi jadi inget sama voting rekreasi alumni SMA.  
Jadi ceritanya angkatan kami tuh punya rencana buat piknik rame-rame tahun depan.  Dibikinlah beberapa pilihan destinasi untuk di-vote. Ada Lombok, Karimunjawa, Bromo dan Banyuwangi.  Hasilnya, suara hanya terfokus di 3 pilihan pertama, Banyuwangi sama sekali gak ada yang milih.
Aku jadi bertanya-tanya,  destinasi wisata di Banyuwangi tuh gak terkenal ya?  Sampe se-angkatan gak ada yang tertarik buat ke sana gitu loh. Kesimpulannya, kalo dibandingkan sama wilayah Jatim yang lain seperti Bromo sama Malang (ehm, Arema harus bangga dong sama kotanya) yang emang udah jadi tujuan wisata utama sejak lama, sepertinya Banyuwangi belum begitu jadi pilihan masyarakat umum.
Kayaknya perlu di-boost promonya nih, pemkab.
Ya udahlah yaw,  aku bantuin promosi di sini deh, sapa tau dibaca sama bupatinya trus dapet nginep gratis di Watu Dodol lagi, hahaha..  *ngarep.com*
Tapi iya lho, setelah mengulas hotel keren di sini, aku jadi pingin cerita yang lain juga, soalnya selama 2 hari di sana, kayaknya gak nemu sesuatupun yang bikin nilai kota ini jadi minus.
Aku tau terlalu dini untuk menilai sebuah kota dari kunjungan yang cuma 2 hari, tapi ngaku deh, kita semua (eh hampir kali ya?) pasti pernah datang ke suatu tempat cuma sehari ato bahkan beberapa jam aja dan langsung memutuskan gak akan pernah ke situ lagi? Nah lo, ternyata kesan pertama itu penting kan? Karena itu aku nulis soal ini juga berdasarkan kesan pertama yang 2 hari itu. Boleh dijadikan rujukan, boleh juga enggak. Gak bakal diblokir kok,  tenang aja 😄.
Yang pertama tentang masyarakatnya. Di tempat lain kadang ada kan yang bikin jengkel pengunjung? Misalnya pedagang asongan yang suka nguber bahkan maksa dengan macem-macem rayuan supaya dagangannya dibeli, nah di Banyuwangi aku enggak nemu yang macam tu. Meskipun di tempat wisata,  orang nawarkan dagangannya biasa aja, gak dibeli ya udah, pindah nawari yang lain. Kita kadang yang malah gak tega dan manggil mereka balik, hehehe..
Trus, waktu kami gagal snorkeling di sekitar Pulau Tabuhan gegara lautnya dikuasai sama ubur-ubur (catet ya, itu radius beberapa cm ada ubur-ubur, jadinya kayak they rule the ocean gitu deh - jadi inget Spongebob, puja ubur-ubur ajaib! Eh itu mah kerang ajaib ya? *plakk*), guide sama yang punya perahu keliatan nyesel banget, kita udah nyewa perahu mahal-mahal buat snorkeling (sewanya 500rb btw, you better share, people), eh malah gak bisa turun di laut. Mereka justru kasih saran, gimana kalo tetap turun dengan guide di depan, jadi kalo ada ubur-ubur biar guide-nya yang kena duluan. Ya ampun, sampe mo mengorbankan diri begitu rupa demi kita gak kecewa. Terharu gak sih? Akhirnya kita memutuskan untuk meninggalkan pulau Tabuhan dan snorkeling di sekitar Rumah Apung dan penangkaran hiu aja, sambil kasih makan ikan-ikan, walaupun lautnya gelap dan terumbu karangnya gak gitu keliatan. Udah hampir maghrib bo'!
Yang ke dua, makanannya enak-enak. Selama dua hari di sana, kayaknya kita gak nemu makanan yang gak enak deh. Ada makanan khas Banyuwangi yang namanya Sego Cawuk, yang kayaknya paling Banyuwangi banget. Perpaduan kuah yang gurih dan parutan kelapanya tuh pas di lidah, apalagi ditambah lauk pepes ikan, kane lopp! Baksonya juga enak, padahal mah kita belinya gak sengaja, gegara ketemu teman di depan sebuah warung bakso, kan gak enak tuh kalo cuma berdiri aja, belilah kita di situ, itung-itung sambil nongkrong. Eh ternyata enak juga. Cuma ada satu sih masukan buat makanan Banyuwangi, Pecel Pitik yang di kampung Osing Kemiren itu, ayamnya terlalu keras. Emang ayam kampung sih, tapi kalo dipresto dulu ato digimanain gitu kayaknya bisa lebih chewable deh. Rasanya sih enak, cuma agak kerasnya itu kayaknya yang perlu diperbaiki.
Ke tiga, tempat wisatanya yang naturalis. Selain wisata alam yang udah terkenal seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, Pantai Bangsring dan pulau-pulau di sekitarnya, Banyuwangi punya kampung yang dikasih nama Kampung Primitif. Ada rumah-rumah kayu beratap daun dan orang-orang pake baju primitif gitu deh. Walaupun itu semua buatan (Primitif adalah singkatan dari Prima Inovatif), bukan beneran primitif, tapi pemilihan untuk membuat destinasi wisata semacam ini (yang naturalis dan tetap menjaga ekosistem, alih-alih bikin theme park buatan berhektar-hektar) patut diapresiasi.   


Kampung Primitif Banyuwangi


Kantin Kampung Primitif Banyuwangi

Larangan di Kampung Primitif Banyuwangi

Jadi gimana, pada tertarik ke Banyuwangi? Pak Bupati, saya dapat hadiah apa nih?  

 

Blogger news

Blogroll

Blogger templates

About