Tips Bersepeda Sehat dan Aman Saat Pandemi

by - 10.30

tikacerita.com,- Pandemi ini memang membawa dampak yang luar biasa bagi kita. Pola pikir dan gaya hidup harus berubah demi kita bertahan di tengah gempuran virus baru ini.






Untungnya, masyarakat juga memahami bahwa selain menjaga protokol kesehatan, kita juga perlu menjaga imunitas tubuh yang salah satu caranya adalah dengan berolahraga. Sebagian masyarakat mencoba tetap memperhatikan protokol kesehatan saat berolahraga, tetapi sayangnya masih banyak yang mengabaikan prosedur ini. Badan Pusat Statistik bahkan telah mengadakan survei mengapa orang tidak menerapkan protokol kesehatan, dan hasilnya sungguh membuatku ingin menepok jidat.







Padahal menerapkan protokol kesehatan cukup efektif untuk menjaga diri kita dan orang-orang di sekitar kita dari tertular virus covid-19 lho. Nggak percaya? Lihat deh hasil survei BPS mengenai efektifitas protokol kesehatan dalam penularan virus tersebut.






Ini merupakan PR buat kita bersama karena pandemi ini hanya akan bisa dilalui jika kita semua bergandengan tangan dan saling melindungi, bukannya malah saling membahayakan. Meskipun olahraga merupakan usaha kita untuk menjaga imunitas tubuh, bukan berarti kita nggak mungkin kena covid sama sekali ya, sama sekali bukan itu maksudnya.

Seandainya pun tubuh kita cukup kuat untuk melawan virus covid, masih ada kemungkinan kita menjadi carrier virus ini dan menularkannya kepada orang lain. Jadi tetap saja, menjaga protokol kesehatan amatlah penting bagi kita semua demi melindungi diri sendiri dan orang lain. Olahraga dan menjaga protokol kesehatan adalah satu kesatuan saat ini.


Selama pandemi, salah satu olahraga favorit masyarakat adalah gowes alias bersepeda. Tren ini bukan cuma terjadi di negara kita, tetapi nyaris di seluruh dunia.




Menurut survei ITDP (The Institute for Transportation and Development Policy) selama bulan Oktober 2019 sampai dengan Juni 2020, pengguna sepeda di Jakarta meningkat sebesar 1000% atau 10 kali lipat. Tren ini tentu saja sangat bagus ditilik dari berbagai sisi, terutama kenyataan bahwa masyarakat mulai bisa beradaptasi dengan pandemi.





Tetapi perlu diingat bahwa kita masih dalam masa pandemi jadi sebelum mulai kegiatan bersepeda, ada banyak hal yang harus diperhatikan.





Karena sepeda adalah alat utama yang akan kita gunakan, kita harus memastikan sepeda kita berada dalam kondisi prima. Berikut ini adalah bagian sepeda yang perlu kita periksa dan pastikan kondisinya:
  • Periksa crank apakah sudah menajam atau belum. Crank yang baik bagian ujungnya masih tumpul.
  • Periksa sprocket, jika longgar maka ada masalah pada hub/freehub
  • Pastika handlebar terpasang kencang untuk kenyamanan mengendalikan sepeda. Kita nggak ingin sepeda kita susah dikendalikan bukan?
  • Berikan pelumas, periksa setelan pada derailleur.
  • Berikan pelumas pada rantai secara berkala
  • Pastikan pedal terpasang dengan kuat, putaran pedal lancar, crank berputar normal.
  • Posisi sadel disesuaikan postur tubuh agar tidak terjadi kram.
  • Pompa ban sesuai dengan ukuran, pastikan tidak bocor. Jika ban tipis segera ganti
  • Perhatikan posisi sadel, handlebar dan pedal.
  • Letakkan bidon di bagian yang mudah dijangkau untuk mempermudah rehidrasi.
Selain bagian-bagian sepeda, yang juga perlu diperhatikan adalah:

  • Stretching sebelum bersepeda untuk mencegah cedera.
  • Jika membawa tas punggung atau slempang, perhatikan posisi dan keseimbangannya. Jangan membawa beban yang terlalu berat, apalagi beban hidup. *eh
Oya, tahu nggak kalau kelengkapan sepeda pun ada peraturannya? Hayoo, pada baru tahu ya? Sama kok, hehe..





Setelah semuanya siap, kita bisa mulai bersepeda. Saat bersepeda ini pun ada hal-hal yang perlu kita pahami, seperti misalnya:






Larangan yang harus kita ketahui selama bersepeda di jalan:





Semua aturan itu dibuat untuk keamanan, keselamatan dan kenyamanan kita semua ya teman, jadi patuhi benar-benar ya, agar kita semua saling menjaga selama di jalan.


Oya, demi menjaga kondisi tubuh tetap fit, perlu diperhatikan juga asupan minum kita yes.






Setelah selesai bersepeda, jangan lupa dijalankan protokolnya yaaa..






Begitulah manteman hasil aku ikut semol alias seminar online "Yuk Sepedaan Sehat dan Aman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru" yang diadakan oleh Direktorat Promkes dan PM Kemenkes RI pada hari Sabtu, 7 November 2020 kemarin. Ilmunya daging semua kan? Nggak heran dong, narasumbernya aja para pakar di bidangnya masing-masing, yaitu:

  1. dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes (Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat)
  2. Dr. Sonny Harry B. Harmadi (Kepala Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penangangan Covid-19)
  3. Poetoet Soedarjanto (Ketua Bika to Work Indonesia)
  4. Azwar Hadi Kusuma (Founder Indonesia Folding Bike Community)
Yuk yuk, sepedaan dengan sehat dan aman!






You May Also Like

10 komentar

  1. Iya sekarang tren sepedaan bergerombol padahal lagi pandemi, deg degan lihatnya makan bareng sambil lepas masker haha hihi...

    BalasHapus
  2. Hobi bersepeda ini bagus menurut saya, yang gak bagusnya kalau ada pesepeda yang gak perhatian dengan hak orang lain di jalanan. Tapi untunglah ada sosialisasi aturan-aturan serta kiat seperti ini, mudah-mudahan dibaca oleh para pesepeda

    BalasHapus
  3. Bersepeda butuh pemanasan dulu juga, ya. Ini yg sering terlewatkan oleh keluargaku

    BalasHapus
  4. lah piye mau praktik, wong aku baru niat beli sepeda. niat teross, tapi duitnya dipake jajan

    BalasHapus
  5. Meningkatnya jumlah pengguna sepeda berimbasjuga dengan naiknya harga sepeda nih, aku beli sepeda anak selama pandemi ini harganya lumayan banget. untuk pake tabungan endors anak-anak, hahaha

    BalasHapus
  6. ttep perlu lebih aware juga ya dengan tatacara bersepeda, supaya tujuan sehatnya tercapai

    BalasHapus
  7. Masa pandemi sepedaan memang beda dengan sebelum pandemi. Penting bgt untuk kita ttp disiplin menerapkan 3M ya mbak. Tapi aku masih lihat yg sepedaan gerombol��

    BalasHapus
  8. Kumplit banget informasinya, nanti aku share ke suami yg hobi sepedaan 👍

    BalasHapus
  9. wah itu istilah sepeda kayak cranck itu apaan ya? baru tahu saya. heu

    BalasHapus
  10. Perlu banget info ini agar badan sehat dan orang lain juga terjaga. Bersepeda di era pandemi memerlukan kewaspadaan ya.

    BalasHapus

Haii, salam kenal. Terima kasih sudah berkunjung. Silakan komentar di sini yaa.

FLP

featured posts