nav#menunav { border-bottom: 1px solid #e8e8e8; }

ASUS VIVOBOOK 14 (A416): LAPTOP IDAMAN PRODUKTIF MENGEJAR IMPIAN

tikacerita.com,- "Mbak, ini laptopnya udah minta adik."

Itulah komentar kang servis setiap kali aku membawa laptop ke tempat reparasi (yang entah udah berapa kali saja selama dua tahun terakhir ini). Aku cuma bisa ketawa miris dan bilang, "Iya, Mas, maunya juga beli baru tapi duitnya belum ada." Gantian kang servisnya yang ketawa miris.







Meskipun sudah diingatkan untuk ganti baru, awalnya aku masih juga mencari-cari pembenaran, secara sebagai penulis yang aku butuhkan cuma browsing dan MS Office, bukan yang main game atau membuat desain yang butuh laptop dengan spesifikasi tinggi. Tapi kok, makin ke sini, ternyata laptop tuaku itu dipakai browsing saja makin lambat, dipakai mengambil data dari google sheet munculnya lama sekali, benar-benar bikin frustasi deh pokoknya.

Hal yang paling parah, aku jadi tidak berani ambil job atau ikut lomba yang tenggat waktunya cukup mepet karena khawatir tidak bisa memenuhi ketentuan waktunya. Kalau melihat teman-teman para 'pejuang deadline' yang kadang posting-nya beberapa menit sebelum ditutup, aku cuma bisa meringis. Kalau aku posting jam segitu bisa-bisa besoknya baru berhasil terkirim. 

Iya, separah itu memang laptopku, laptop yang usianya sudah lebih dari 10 tahun itu.



 

Walaupun parah begitu, aku masih keras kepala juga mempertahankan laptop tuaku. Keras kepala di sini maksudnya, aku tidak ada usaha untuk mencari ganti, bahkan menabung pun tidak. Entah bagaimana aku merasa laptop ini secara ajaib akan mampu bertahan sampai titik darah penghabisan. Ibarat manusia, dia sudah beruban, badannya sakit semua, tulang dan sendi linu di mana-mana, jalan pakai tongkat, tapi masih aku gandeng juga, aku ajak ke mana-mana, naik turun tangga, jalan jauh. Semacam tinggal tunggu ajal saja tapi aku seperti berharap ia kembali muda. Mustahil nggak sih? *tepokjidat

Bukan hanya kang servis, seorang teman yang biasanya menjadi tempatku mengeluh kalau ada apa-apa dengan laptopku pun berulang-ulang mengingatkanku supaya ganti laptop saja. Sudah tak terhitung lagi berapa kali aku mengeluh dan minta saran ke dia soal kondisi laptopku (kebetulan dia anak IT). 

Pernah di suatu malam, laptopku tiba-tiba hang. Sebenarnya ini bukan hal baru lagi, sih. Biasanya kalau hang, kan harus soft restart, tapi laptopku itu seringnya gagal soft restart, jadi aku paksa pakai hard restart. Nah, di malam itu aku merasa tak tega lagi kalau harus hard restart. Kemudian aku curhat ke temanku si anak IT itu tentang laptop yang lagi-lagi hang. Aku juga bilang tentang ketidaktegaanku melakukan hard restart. Dia yang tampaknya sudah putus asa juga menghadapi aku yang mengeluh melulu soal laptop, cuma bilang, "Ya sudah tunggu saja sampai batereinya habis," dengan nada 'sudah separah itu masih dipertahankan saja'. Aku langsung merasa macam love and hate relationship sama ini laptop.

Keras kepalaku mencapai puncaknya ketika beberapa waktu terakhir ini aku mulai belajar dasar statistika lagi demi mengejar mimpiku menjadi data analis. Dalam pelatihan yang aku ikuti, aplikasi yang disarankan untuk digunakan adalah R atau Phyton. Aku langsung syok membayangkan harus meng-instal kedua aplikasi tersebut di laptop tuaku sementara untuk browsing dan ambil data ke dokumen sumber saja selambat itu. 

Ibarat gunung, keras kepalaku sudah mencapai puncaknya di titik ini. 

Aku banyak kehilangan kesempatan dan potensi penghasilan gara-gara laptop lambat ini. Aku kesulitan belajar. Aku bahkan harus break kursus online-ku karena tidak bisa mengerjakan tugasnya. Waktuku banyak terbuang hanya untuk menunggu laptop ini loading. Iya kalau si dia, akan kutunggu dengan setia, lha ini? Hadehh.




Akhirnya aku menyerah. Tampaknya aku harus mulai melepaskan hubungan tak sehatku dengan laptop ini (apaan sih?).

Setelah memutuskan untuk cari laptop baru untuk masa depan yang lebih cerah ceria cetar membahana, aku mulai bertanya-tanya soal spesifikasi laptop yang sesuai dengan kebutuhanku sekaligus harganya ke teman, si anak IT itu.




Aku cuma bisa garuk-garuk kepala dikasih tahu harga laptop yang sesuai sama kebutuhanku. Lumayan juga ya? Harus nabung berapa per bulan nih biar bisa punya laptop baru? Apakah aku mampu?

Tapi setelah kupikir-pikir, harga laptop segitu kalau sesuai dengan income yang bakal aku dapat, bisa mengerjakan tugas-tugasku dengan tuntas dan hemat waktu, bukankah itu sepadan?

Dengan semangat ini, aku mulai cari-cari info laptop apa yang sekiranya memenuhi ekspektasiku. Yah, bukan cuma dia yang harus memenuhi ekspektasiku kan? Laptop juga dong biar nggak terjadi toxic relationship lagi (apaan lagi wooii).






Spesifikasi yang aku butuhkan sebenarnya tak harus gahar-gahar amat. Laptop mainstream pun nggak masalah. Yang penting tangguh, bisa digunakan untuk membuat video ringan dan desain sederhana untuk kebutuhan blogging dan review-ku di media sosial. Lalu yang paling penting adalah bisa digunakan untuk analisis data dengan cepat, tidak lambat terutama untuk menjalankan aplikasi yang diperlukan untuk kebutuhan analisis data, juga bisa dipercaya untuk menyimpan data secara memadai.  Menjadi seorang data analis adalah impianku, jadi laptopku haruslah bener-bener menunjang apa yang aku butuhkan. 

Setelah cari-cari info di aplikasi kencan sana-sini, aku kok tertarik dengan seri ASUS VivoBook 14 (A416) ya? Kenapa, ya? Apa sih, yang bikin aku tertarik? 

Ini nih diantaranya:


(1)



Sebagai otaknya komputer, prosesor ini penting banget dalam mengintegrasikan keseluruhan komponen internal laptop seperti harddisk, chipset, VGA, RAM dan sebagainya. Kualitas dan spesifikasi prosesor ini juga sangat menentukan kecepatan kerja semua komponen dalam laptop. Nah, varian tertinggi dari ASUS VivoBook 14 (A416) menggunakan Intel Core i5-1035G1 dengan konfigurasi 4 core dan 8 thread, yang boost clock-nya mencapai 3,6GHz. Boost clock adalah kecepatan yang bisa dicapai oleh prosesor ya gaes.  




Menurut review, saking cepatnya, booting awalnya bahkan hanya butuh waktu 10 detik. Bayangkan, 10 detik! Sangat berbeda dengan laptop tuaku yang kalau sedang booting bisa ditinggal menyelamatkan dunia dulu, bahkan bisa-bisa, balik-balik aku sudah lansia.Kalau punya laptop ini, aku bisa mengerjakan tugas-tugasku dengan tenang dan paripurna, bisa ambil job meskipun mepet deadline, tanpa drama-drama kayak sinetron yang serinya nggak habis-habis itu. Aplikasi yang aku butuhkan untuk tugas-tugasku juga bisa ku-instal semua, tanpa khawatir mengganggu kinerja laptop secara keseluruhan.


(2)




GPU atau Graphic Processing Unit berfungsi membantu kerja CPU yang spesialisasinya adalah display atau tampilan. GPU bertugas melakukan render pada gambar, animasi dan video yang kemudian ditampilkan pada layar. Bagi kita yang yang menginginkan gambar yang halus dan detail di layar, GPU ini penting banget. 

Buat kalian yang kelasnya online dan tugas-tugasnya banyak yang berupa gambar dan video, pasti merasakan sekali kan betapa butuhnya kita dengan tampilan yang oke? Sama banget, sebagai orang yang butuh banyak referensi video, mengikuti online course yang serba harus pakai video, bikin desain dan video sederhana, aku juga butuh juga tampilan gambar yang paripurna. 

Nah ASUS VivoBook 14 (A416) ini dilengkapi dengan GPU NVIDIA GeForce MX330, yang handal menangani 1080p hingga 1440p pada tugas non-gaming dan 720p hingga 1080p untuk gaming dengan pengaturan rendah ke menengah. 






Buat orang-orang seperti aku yang terbiasa dengan laptop tua, yang menerima dan nggak banyak tuntutan ini (eaaa), yang laptopnya sudah sering nge-lag jika digunakan menonton di ketajaman gambar 720p saja, kemampuan semacam ini sudah bikin happy banget. Kita bisa mengerjakan tugas-tugas dengan hasil yang oke, bahkan masih bisa main game di sela-sela kesibukan dengan tampilan gambar yang cukup memuaskan.


(3)




DDR4 atau Double Data Rate generasi ke 4 ini merupakan merupakan memori dengan kemampuan transfer yang cepat dan irit daya (hanya 1.2V) serta kapasitasnya dapat di-upgrade hingga 12 GB. 

Pilihan penyimpanan ASUS VivoBook 14 (A416) ada 2 jenis, yaitu SSD PCIe yang mampu menyimpan hingga 512GB dan HDD yang mampu menyimpan hingga 1TB. Keduanya akan memberi kita kapasitas penyimpanan besar dan kecepatan baca/tulis data yang cepat. Nah, ngaku deh, kalian semua butuh yang begini buat tugas-tugasnya kan? Sama kok, aku juga.

Lalu apa sih bedanya SSD sama HDD?HDD atau Hard Disk Drive adalah ruang penyimpanan yang umum digunakan komputer saat ini, sedangkan SSD atau Solid State Drive adalah ruang penyimpanan yang lebih kompatibel karena tipis. Keduanya mempunyai fungsi yang sama tetapi ada beberapa perbedaan, diantaranya:




Dengan penyimpanan yang disiapkan oleh ASUS VivoBook 14 (A416) ini aku percaya dataku akan aman dan tersimpan dengan baik. 

Kabar baiknya adalah, jika kita merasa kurang dengan penyimpanan yang ada, ASUS VivoBook 14 (A416) ini telah menyiapkan ruang untuk upgrade ke penyimpanan yang lebih besar lho. Jadi, jangan khawatir soal penyimpanan data.


(4)



Hari gini, siapa sih yang tidak membutuhkan Windows dan MS Office? Kita-kita yang pelajar, mahasiswa dan pekerja harus memastikan karena laptop yang kita gunakan bakal langsung siap pakai untuk belajar dan bekerja. 

Nah, kabar baiknya, ASUS VivoBook 14 (A416) telah dilengkapi dengan Windows 10 serta MS Office Home&Student 2019 yang terdiri dari tiga aplikasi utama yaitu Word, Excel dan PowerPoint. Aplikasi ini dapat terus di-update sehingga kita aman dari berbagai ancaman keamanan dan malware. Plusnya tentu saja kita tidak perlu merogoh kocek lagi untuk membeli lisensinya secara terpisah. Berlaku seumur hidup pula. Bonus ini saja sudah membuat kita menghemat nyaris 2 juta. Mantap nggak tuh?

Selain pre-installed Windows dan MS Office, laptop ini juga dilengkapi dengan kamera VGA, audio Sonic Master, speaker dan microphone yang tentunya penting sekali bagi kita para pekerja dan pelajar untuk melakukan pembelajaran jarak jauh, online meeting, webinar dan kebutuhan lain yang berhubungan dengan tanggung jawab kita. 


Siap bekerja dan belajar dengan ASUS VivoBook 14 (A416)



Empat hal tersebut memang komponen utama dari ASUS VivoBook 14 (A416) yang paling bikin aku tertarik karena sesuai sama spesifikasi yang aku butuhkan. Namun setelah aku perhatikan lagi, ternyata bukan cuma itu, ada sederetan spesifikasi penunjang dari ASUS VivoBook 14 (A416) melebihi ekspektasiku yang tadinya hanya berharap pada empat komponen itu saja. Spesifikasi penunjang ini berhasil membuat aku makin naksir berat sama laptop ini. Apa sajakah itu?


(1)



Teknologi NanoEdge Display memungkinkan bezel layar ASUS Vivobook 14 (A416) tampil sangat tipis sehingga laptop ini memiliki screen-to-body ratio 82%. Resolusinya Full HD sehingga kita akan merasa sangat puas menikmati konten multimedia apa pun, apalagi ditambah lapisan anti silau (anti-glare) dan sudut pandangnya yang mencapai 178 derajat. 







Ini mengingatkan aku pada laptop tuaku yang kalau dipakai nonton film, posisi miring sedikit saja gambarnya sudah tidak kelihatan lagi, jadi nonton apa pun tuh harus benar-benar dari depan. Bagaimana nggak mupeng sama ASUS Vivobook 14 (A416) coba? Bisa dipakai nonton film ramai-ramai nih, meskipun dari samping juga masih kebagian gambarnya.



(2)




ASUS Vivobook 14 (A416) ini nih, meskipun ukurannya 14 inci, tapi beratnya hanya 1,6 kilogram dan ketebalannya hanya 19,9 milimeter lho. 







Ringan dan ringkas banget buat dibawa-bawa pake ransel tanpa bikin sakit di bahu atau dipindah-pindah meja. Charger-nya pun ringkas sehingga mudah dimasukkan ke kompartemen yang ada dalam tas.

Meskipun tipis, sasis ASUS VivoBook 14 (A416) ini kuat karena penahan logam di bawah keyboard menjaga kestabilan saat kita mengetik dan menggunakan touchpad. Selain menjaga strukturnya lebih kaku, penahan ini juga memperkuat engsel dan melindungi komponen internal. 
 
Bagiku ini keren pakai banget karena laptop tuaku kalau digunakan untuk mengetik sering bergoyang-goyang tak jelas seperti mengajak joget dangdut.

Selain itu, bagian sisi tutup juga diperkuat dan berfungsi seperti pelindung benturan pada sisi mobil, ini menguatkan struktur layar, cover dan engsel.

Oya, walaupun ringan dan tipis, ASUS VivoBook 14 (A416) ini mengusung baterei berkapasitas 37Wh yang kuat menemani kita mengerjakan tugas-tugas selama nyaris delapan jam lho. Bisa dibilang kita tidak perlu mengisi daya selama seharian bekerja. Untuk pengisian dayanya pun hanya membutuhkan waktu 1,5 jam hingga penuh.

Lagi-lagi ini mengingatkanku pada laptop tuaku yang nyaris dua jam sekali harus diisi daya. Bayangkan kalau listrik padam, bisa-bisa aku tidak mengerjakan apa-apa.
 


(3)


  

Aku kaget banget lho ketika tahu kalau ASUS VivoBook 14 (A416) ini keyboard-nya full size. Padahal sebagai orang yang sering berinteraksi dengan angka (data analyst wanna be gitu loh), keyboard dengan tombol angka terpisah ini penting banget buatku. 






Jadi begitu tahu kalau ASUS Vivobook 14 (A416) ini keyboard-nya lengkap dengan numpad, tambahmakin naksir dong akunya. 

Numberpad ini memiliki LED di bawah touchpad. Saat numberpad diaktifkan, LED menyala sehingga kita dapat melihat angka pada touchpad. Numberpad memiliki konstruksi lima lapis khusus sehingga bilangannya tampak tajam dan jernih saat diaktifkan. Saat dinonaktifkan, numberpad ini akan terlihat seperti touchpad biasa. Ketika berada dalam mode ini, penutup kaca akan menyediakan kontrol ujung jari yang sangat halus dan presisi dengan dukungan gerakan multi sentuh.

Yang lebih keren lagi, saat numberpad aktif, touchpad tetap mempertahankan fungsi kursor. Software akan mengenali gerakan ujung jari ikita untuk membedakan apakah kita sedang mengetik angka atau menggerakkan kursor. Cerdas banget, kan?

Bukan hanya itu, keyboard-nya dilengkapi oleh backlit, yang menyala dalam kondisi minim cahaya, sehingga kita tidak membutuhkan senter lagi jika perlu mengetik dalam kondisi listrik mati. 

Belum cukup hanya itu, tombol-tombolnya sangat ergonomis dengan key travel 1,4 milimeter, enak banget pastinya jika digunakan untuk mengetik. Kombinasi ini membuatku yakin kalau dengan laptop ini di tanganku, tugas-tugasku bisa aku selesaikan dengan segera meskipun seandainya listrik padam.


(4)




Karena konsep yang diusung ASUS Vivobook 14 (A416) ini adalah Easy Portability, Effortless Productivity, harus dipastikan dong ini laptop benar-benar portabel dan produktif sesuai sama konsepnya? Jika aku perlu menghubungkan berbagai device pada saat yang bersamaan bagaimana? Misalnya harus mengambil data dari berbagai penyimpanan tanpa harus bergantian menggunakan port, apakah bisa diandalkan?

Nah ternyata tuh, serangkaian fitur konektivitas udah disiapkan di perangkat ini, yaitu port USB Type-C, USB Type-A, HDMI, microSD reader dan combo audio jack demi kita semua bisa produktif maksimal. USB-C yang disediakan adalah USB-C 3.2 yang didesain dapat diputar balik dan memberikan kecepatan transfer data hingga 10x dibandingkan dengan USB 2.0. 

Sedangkan untuk konektivitas nirkabelnya, ASUS Vivobook 14 (A416) ini dibekali WiFi 5 (802.11ac) untuk internet dan Bluetooth 4.1.

Dengan berbagai pilihan konektivitas itu, aku bisa melakukan pengolahan data dengan optimal meskipun harus menggunakan sumber data dari device yang berbeda-beda secara bersamaan. Jika port yang digunakan pun masih kurang, ada Bluetooth 4.1 yang bisa dimanfaatkan untuk transfer data secara nirkabel dengan cepat. Ah, lagi-lagi aku teringat laptop tuaku yang transfer data melalui bluetooth-nya begitu makan waktu sampai bisa sambil menunggu padi panen.




(5)




Beberapa varian ASUS Vivobook 14 (A416) telah dilengkap dengan keamanan biometrik lewat fingerprint sensor. Fitur ini biasanya ada di laptop premium kan? Nah di laptop ini pun kita sudah bisa mendapatkan fitur keren ini loh, jadi tinggal taruh jari saja, tak perlu repot ketik password, langsung deh masuk ke sistem Windows 10 melalui Windows Hello.






Berguna banget nih buat orang yang sering lupa password seperti aku yang PIN ATM saja sering lupa sampai keblokir berkali-kali


(6)




Buat orang yang sering terpeleset, kejedot, jatuh seperti aku ini, bawa laptop harus ekstra hati-hati. Aku ingat pernah menjatuhkan laptop dan panik banget takut ada komponen yang kenapa-napa. Untungnya, ASUS Vivobook 14 (A416) ini dilengkapi dengan perlindungan ekstra untuk HDD yang namanya E-A-R HDD Protection. HDD umumnya lebih rentan kerusakan fisik dibandingkan SSD. 




Perlindungan ini secara otomatis mendeteksi guncangan dan getaran kemudian meredamnya dan menyelamatkan data di dalamnya dari kepunahan eh kerusakan. Dengan perlindungan ini, kita bisa bekerja dengan tenang bahkan di dalam kendaraan yang bergerak. Wah, benar-benar memang, kita bisa makin produktif kalau ASUS Vivobook 14 (A416) ada di tangan kita.


(7)




MyASUS adalah aplikasi bawaan yang merupakan pusat kontrol laptop. Dengan MyASUS, kita dapat memindai sistem, menemukan masalah dan memperbaikinya secara otomatis dan sistematis, juga mengetahui status garansi dan menghubungi layanan konsumen ASUS jika diperlukan. 

Masa garansi yang berlaku untuk ASUS VivoBook14 (A416) ini adalah 2 tahun ya teman-teman. Jika ada apa-apa dengan laptop kalian, segera saja hubungi layanan konsumen melalui MyASUS ini ya, jangan sungkan-sungkan. Kalau terlalu banyak mengambil porsi makan di kondangan, baru deh boleh sungkan.

MyASUS ini juga memungkinkan kita menghubungkan smartphone dengan laptop. Kita bahkan bisa menampilkan notifikasi dan pesan dari smartphone ke laptop, menelepon dari laptop, berbagi file secara instan hingga menjadikan smartphone kita layar kedua untuk laptop. Memudahkan pekerjaan kita banget nggak sih? Kita jadi tidak perlu lagi berpindah-pindah fokus dari laptop ke HP atau sebaliknya. Semua sudah jadi satu di layar ASUS VivoBook 14 (A416) yang ada di depan kita.




Memudahkan banget kan? ASUS mah pengertian banget kalau kita butuh yang namanya integrasi supaya tugas cepat kelar.


(8)




Semua spesifikasi di atas berhasil bikin aku naksir berat sama ASUS Vivobook 14 (A416), ditambah lagi pilihan warnanya keren banget, ada dua warna yang membuat laptop ini tampak sangat berkelas, yaitu Transparent Silver dan Slate Grey.








Untuk setiap pembelian ASUS VivoBook 14 (A416), kita akan mendapatkan laptop, charger, buku panduan, kartu garansi, HDD toolkit dan tas ransel yang keren lho.

Bagaimana, apakah kalian juga jadi mupeng sama laptop ini sama seperti aku?  Untuk lebih rincinya, spesifikasi lengkap bisa dirangkum seperti ini:






Dengan semua sepesifikasi keren itu, harus siap anggaran berapa ya kira-kira?

Pasti banyak diantara kalian bertanya seperti itu, kan? Hayo ngakuu!

Nih, baca aja daftar harganya, bisa kalian sesuaikan sama kebutuhan dan kantong kalian deh.



Rasanya tak sabar memiliki ASIS VivoBook 14 (A416) ini di tanganku. Membayangkan semua kesulitan yang kualami dengan laptop tuaku bisa teratasi oleh ASUS VivoBook 14 (A416) ini membuatku merasa sangat bersemangat.

Doakan aku bisa segera punya laptop keren ini ya, teman-teman. Doakan rejekiku lancar agar aku bisa segera meminangnya. Aku ingin sekali bisa belajar dan bekerja di mana aja dengan lancar tanpa hambatan hal-hal kecil. Dengan adanya laptop yang kinerjanya bisa diandalkan seperti ASUS VivoBook 14 (A416) ini, semoga aku lebih produktif dan bisa memanfaatkan waktuku dengan optimal. Aminkan dong!

Untuk kalian yang sudah tak sabar lagi, boleh banget lho langsung meluncur ke ASUS Official Store di:



Sumber:

  • https://www.asus.com/id/Laptops/ASUS-Laptop-14-X415JP/
  • https://drive.google.com/uc?export=download&id=11-DcvngFO91rH52UATQnPhgz77pSNg17
  • https://teknikit.com/2016/03/kelebihan-dan-kekurangan-menggunakan-ssd-dibandingkan-hdd.html

 





Related Posts

There is no other posts in this category.

2 komentar

  1. Kalo laptop lemot itu bikin males mau ngapa-ngapain. Mood jadi hilang duluan :))

    BalasHapus

Haii, salam kenal. Terima kasih sudah berkunjung. Silakan komentar di sini yaa.