nav#menunav { border-bottom: 1px solid #e8e8e8; }

Cara Mengurus BPKB dan STNK Hilang serta Biayanya

tikacerita.com,- Dari sekian banyak kecerobohanku (kesandung, kebaret, kejedot, jatuh, lupa naruh kacamata), sepertinya ini kecerobohan yang paling bikin puyeng dan menghabiskan duit deh: menghilangkan STNK dan BPKB. 


cara mengurus STNK hilang


Jangan tanya gimana BPKP bisa hilang, udah bosen banget direspon, "Kok BPKB bisa hilang?" Ya bisa lah, Malih, namanya barang fisik, bisa lupa simpan, jatuh, kebuang, digondol orang, kucing, dimakan tikus, bahkan nggak jelas ada di mana pun bisa. Lagipula, ini Indonesia, tempat di mana E-KTP pun harus tetap fotokopi, formulir online pun tetap harus dicetak, jadi jangan heran jika dokumen hilang adalah kejadian sehari-hari, karena meskipun kamu punya versi digital, kamu tetap harus punya benda fisiknya dan tentu saja benda fisik sangat rawan hilang atau rusak.

Sebelum mulai mengurus dokumen yang pastinya bakal panjang ini, aku nanya dulu ke teman yang seorang polisi, bagaimana cara mengurus BPKB dan STNK hilang ini dan ini jawabannya setelah dia nanya ke Samsat Kota Malang:


cara mengurus BPKB STNK hilang


Selain info dari teman, aku coba juga bertanya ke twitter Pemkot Malang tentang prosedur mengurus BPKB dan STNK hilang ini dan aku dikasih screenshot ini:

cara mengurus BPKB dan STNK hilang

Sedangkan ketika aku minta info ke bagian Reserse Polres Kota Malang, ini dia prosedur yang diberikan:

cara mengurus BPKB dan STNK hilang

Bingung? Sama. Ini mana dulu yang harus diikuti ya?

Akhirnya setelah konsultasi sama temanku si tukang polisi, dia menyarankan ke Samsat dulu karena aku nggak punya bukti kepemilikan sama sekali. Fotokopi BPKB maupun STNK aku nggak ada sama sekali, jadi dia menyarankan ke Samsat untuk pinjam berkas.

Baiklah, aku coba catat perjalananku mengurus BPKB dan STNK yang hilang ini hari demi hari ya, nanti kita lihat berapa lama prosedur ini bakal selesai. Sebelumnya aku ingatkan ya untuk BACA SAMPAI SELESAI dulu sebelum mulai memproses dokumen kalian yang hilang. 

Here we go..

Hari ke-1

Aku berangkat ke Samsat dengan bawa sepeda motor yang tanpa STNK itu, karena di petunjuk sebelumnya bakal digesek kan nomor rangka sama nomor mesinnya? Baiklah. Sampai di Samsat, aku nanya ke Front Office bagaimana prosedur mengurus BPKB dan STNK yang hilang dan tak punya fotokopian, oleh si mbak diminta ke ruangan berkas di lantai 2 untuk pinjam berkas. Oke, naiklah aku ke lantai 2. Di loket berkas, si bapak penjaga menanyakan nomor polisi motorku kemudian bapak yang di dalam ruangan mencari berkasku. Nggak lama kok, sekitar 10 menit berkasnya ketemu kemudian aku pinjam buat fotokopi di lantai bawah. Fotokopinya sekalian 10 kali aja buat jaga-jaga soalnya bakal panjang nih. 

Oya, buat kalian yang punya fotokopi dokumennya, tahap ini silakan diskip ya, bisa langsung ke tahap berikutnya, yaitu ke Polres. Di Polres, aku ternyata cuma dikasih lembaran kosong surat pernyataan yang harus diisi, ditandatangani di atas materei dan dimintakan tanda tangan ke Lurah. 

Ketika aku lihat lembarannya, ternyata surat ini juga bisa diketik sendiri gaes, karena nggak ada kopnya. Kayak gini nih penampakannya kalau kalian mau bikin sendiri:

cara mengurus BPKB dan STNK hilang

Aku langsung mengisi surat pernyataan tersebut (2 lembar) dan mampir ke Indomaret buat beli materei (2 lembar juga) kemudian segera ke kantor Kelurahan. Ternyata ya gaes, pihak kelurahan hanya memproses surat yang ada pengantar dari RT dan RW, jadi aku segera kontak Pak RT buat bikin janji, tapi beliaunya sibuk banget, chat-ku nggak dibales-bales dong. Dahlah pulang aja.

Tapi.. sambil menunggu balasan chat dari Pak RT, aku DM Malang Pos buat tanya biaya pasang iklan kehilangan berapa, ternyata ada beberapa pilihan gaes.


biaya pasang berita kehilangan STNK BPKB
Maaf ya kalau agak blur, dari sananya dikasihnya begini emang.

Lumayanlah kalau via Arema Media grup gini, jadi udah bundling koran sama radio, Malang Pos sama City Guide 911 FM, nggak repot lagi bikin berita terpisah. Oya untuk pemesanan pasang berita kehilangan Arema Media Grup ini bisa menghubungi WA 082234815528 dengan Mbak Fatimah.

Hari ke-2

Besoknya, aku chat Pak RT lagi, alhamdulillah dibales gaes, tapi beliau bisanya malam jadi yah, hari ke-2 ini kurang efektif emang, cuma jalan malam doang buat ngejar tanda tangan Pak RT dan Pak RW. Kalau Pak RT dan Pak RW kalian bisa ditemui di hari pertama, hari kedua ini bakal bisa kalian skip ya gaes. Oya, kelengkapan untuk ke RT dan RW ini adalah fotokopi KK, KTP, STNK dan BPKB ya gaes. Jangan lupa bawa oleh-oleh buat Bu RT sama Bu RW. ((padahal sendirinya kagak))

Baca juga: Tips Aman dan Nyaman Menonton Sepakbola

Hari ke-3

Besoknya, aku ke kantor kelurahan untuk minta tanda tangan Pak Lurah. Ini yang lama banget gaes, karena Pak Lurahnya rapat dan stafnya agak jual mahal gitu (katanya urusan BPKB dan STNK hilang itu harusnya urusan polisi, bukan kelurahan. Ya aku tahu Minah, dari awal juga aku heran kenapa harus banget minta tanda tangan Lurah buat BPKB yang nggak ada hubungannya sama sekali sama kependudukan, tapi ya itu prosedur dari Polres, aku bisa apaaaa??), jadi aku dipanggil berkali-kali dan ditanya ini itu, trus nunggu mulai jam 9 sampai jam 1 siang baru dapat itu tanda tangan. Sumpah deh, semoga kalian nggak harus menghadapi kelurahan yang begini ini. Sungguh bikin tepok jidat. 

Selesai urusan kelurahan, di tengah hujan aku pesan taksi online untuk ke Polres. Untung juga aku nggak bawa sepeda motor sendiri kali ini karena hujannya deres banget gaesss. 

Di Polres, surat pernyataan, fotokopi BPKB dan STNK diperiksa oleh petugas dan dibuatkan surat laporan kehilangan.


surat laporan kehilangan STNK dan BPKB


Oya setelah dapat surat laporan kehilangan BPKB ini langsung difotokopi aja ya gaes, trus 2 atau 3 lembarnya mintakan legalisir ke ruangan yang tadi, karena ada bank yang membutuhkan dokumen yang dilegalisir. Nanti aku ceritakan, lanjut aja dulu yah. Setelah fotokopi, aku ke ruangan Bareskrim/Reserse untuk minta BAP kehilangan STNK. Ini khusus STNK ya, yang BPKB BAP-nya beda lagi. Penampakan BAP STNK-nya seperti ini:

BAP kehilangan STNK

Setelah dapat BAP, harusnya aku ke bagian Laka Lantas untuk minta surat keterangan-entah-apa-lagi, tapi karena udah sore, mana pakpol pada baris buat siap-siap apel, ya udah aku pulang aja, besok dilanjut lagi.

Sambil menunggu pertemuan dengan hari esok ((tsahh)), aku kontak media lagi. Aku ambil bundling STNK karena udah termasuk 3x tayang di koran sama radio, sedangkan untuk BPKB karena paket bundlingnya untuk 1x tayang di Malang Pos, aku harus nambah 2x tayang lagi. Total biaya untuk pasang berita di koran dan radio ini 132.000 + 66.000 = 198.000. Nggak pakai bayar parkir karena semua via DM IG dan WA ya gaes, bukti pembayaran, surat keterangan dan bukti tayang semua dikirim via WA.

Hari ke-4

Besoknya, sebelum ke Laka Lantas, aku mampir ke bank dulu untuk minta surat keterangan. Bank pertama yang aku datangi adalah CIMB Niaga cabang pembantu. Sayang sekali di cabang pembantu ini nggak bisa memeriksa status agunan, jadi disarankan untuk ke cabang utama. Bank berikutnya yang aku coba adalah BTN cabang pembantu juga, dan ternyata jawabannya sama, mereka nggak bisa memeriksa status agunan dan harus ke cabang utama. Bank ketiga yang aku coba adalah BNI cabang Univ. Brawijaya, soalnya sebelahan sama BTN jadi misal ditolak lagi paling tidak aku nggak harus bayar parkir 2 kali haha.

Eh ternyata di BNI bisa dong. Tapi persyaratannya agak ribet ya gaes, selain fotokopi KTP, STNK dan BPKB, aku harus minta legalisir surat laporan kehilangan (itulah mengapa aku bilang sebelumnya kalau sebaiknya kalian minta legalisir sekalian biar nggak wira-wiri kayak aku gini). Tambah lagi, aku harus melampirkan surat keterangan dari koran dan radio. Waktu itu aku belum ngeprint surat keterangan dari koran dan radio, untungnya bisa disusulkan bersamaan dengan legalisir surat kehilangan. Pemrosesan surat dari BNI butuh 1 hari, jadi baru bisa diambil besok.

Setelah dari BNI, aku ke CIMB Niaga cabang utama. Sayangnya, aku adalah nasabah pertama yang mengajukan surat semacam ini, jadi mereka perlu berkonsultasi via email ke kantor pusat dan itu butuh waktu. Nanti kalau ada hasilnya (ya atau tidak), aku akan dihubungi. Duh, gambling sekali ya bestie..

Hari semakin siang dan aku belum ke Laka Lantas gaes. Setengah ngebut aku ke Laka Lantas dan benar saja, sampai di sana ternyata mereka istirahat dan buka kembali jam 1 siang. Baiklah, karena aku lapar berat, aku cari makan dan sholat dulu. 


persyaratan SIM dan STNK hilang
Aneka persyaratan laka lantas, hilang SIM dan STNK


no telpon kecelakaan lalu lintas
Nomor telepon interaktif kecelakaan lalu lintas

Balik jam 1, eh teuteup dong Indonesia banget, molor euy. Sekitar setengah 2 baru ada petugasnya. Untungnya antrian cuma 2 orang dan berkas kita diambil sekaligus, pas kelar dipanggil bareng-bareng. Nggak lama kok, paling 10 menitan, kita dapat surat keterangan bahwa STNK tersebut tidak sedang terlibat kasus kecelakaan lalu lintas. 

surat keterangan tidak terlibat kecelakaan lalu lintas
Setelah itu pindah ruangan, ke bagian pelanggaran lalu lintas alias bagian tilang. Di sana menyerahkan berkas yang diminta dan kita akan mendapatkan surat keterangan tidak terlibat pelanggaran lalu lintas. 

surat keterangan tidak terlibat pelanggaran lalu lintas

jam pelayanan unit tilang
Jam pelayanan unit Tilang. Laka lantas juga sama ya jam pelayanannya gaes.

Selepas bagian Laka dan Tilang, aku balik lagi ke Polres untuk ke bagian TU. Berdasarkan dua surat dari Laka dan Tilang, akan diterbitkan surat tidak terlibat kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran lalu lintas dalam satu lembar kertas. Memang ya, bukan Indonesia namanya kalau nggak ada permbuletan dunia seperti ini. 

Harusnya sih dari sini aku langsung ke bagian BPKB tapi udah sore aja jadi sama Pakpol disuruh pulang dulu aja.

 Hari ke-5

Aku berusaha berangkat pagi dan langsung ke BNI untuk mengambil surat keterangan. Masih harus nunggu lagi yagesya, karena ada kesalahan ketik segala. Dokumen yang diminta untuk dibawa udah aku siapkan juga biar cepat. Biaya yang harus dibayar untuk BNI adalah 50 ribu, bisa dibayar tunai maupun debet rekening.

Kelar BNI, aku masih menunggu kepastian dari CIMB Niaga. Tapi setelah beberapa saat ditunggu masih nggak ada telpon juga, aku berangkat aja ke Bukopin. Harus cari alternatif kalau-kalau CIMB Niaga nggak bisa mengeluarkan surat keterangan itu kan? 

Bukopin awalnya tidak bersedia mengeluarkan surat keterangan tersebut karena aku nggak pernah punya agunan apa pun di situ. Aku bilang aja, di Niaga juga begitu, kalau orang kayak aku yang nggak punya pinjaman di bank ini gimana nasibnya? Apa nggak bisa dapat surat keterangan bebas agunan padahal itu syarat dari kepolisian? Aku juga bilang kalau aku nggak berani minta surat ini ke bank yang aku bukan nasabahnya. Aku cuma berani ke bank yang aku nasabahnya. Dari situ akhirnya pihak Bukopin bersedia membuatkan surat keterangan asalkan aku membuat surat permohonan. Baiklah, ada satu cadangan setidaknya kalau misal CIMB Niaga nggak berhasil.

Masih belum ada telepon dari CIMB Niaga ketika aku keluar dari kantor Bukopin. Duh, memang menyebalkan ya menunggu kepastian tuh, apa kabar yang sedang menunggu kepastian dari doi. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya aku ke Muamalat. Untungnya bank syariah ini cukup kooperatif. Aku hanya menyerahkan KTP, buku tabungan (yang untungnya udah aku bawa untuk jaga-jaga), fotokopi STNK dan BPKB aja serta mengisi formulir. Pembuatan suratnya memang agak lama ya, ada kali sejam. Tapi nggak apa-apa deh, dari pada nunggu yang nggak pasti, mending nunggu yang pasti-pasti yekan?

Tepat beberapa saat sebelum surat dari Muamalat kelar, petugas CIMB Niaga meneleponku dan bilang kalau suratku udah siap, tinggal diambil aja. Pengen ngakak tapi gimana, ya udala ya, langsung aja ambil surat ke kantor cabang utama CIMB Niaga selepas dari Muamalat. Jadi aku pegang 1 surat keterangan dari bank pemerintah dan 2 surat dari bank swasta. Ngebutlah aku ke Polres untuk ke bagian BPKB. Dan tahukah kamu apa yang terjadi? Akhir bulan bagian BPKB hanya buka sampai jam 10 saja, Ferguso!

Baca juga: Cewek Suka Bola? Kok Bisa?


Hari ke-6

Aku berharap proses ini bisa aku selesaikan hari ke-6 ini mengingat aku udah punya semua dokumennya, jadi dengan percaya diri aku ke bagian BPKB di Polresta.

Ketika berkasku diperiksa, petugas di bagian BPKB bilang kalau nomor BPKB yang aku cantumkan salah karena itu nomor BPKB lama dengan pemilik lama, sedangkan BPKB milikku sudah diterbitkan dengan nomor baru. 

DUAARRR!

Aku langsung lemes gaes. Jadi semua dokumen yang sudah berhari-hari aku urus ini salah semua? Yang bikin aku wira-wiri tiap hari ini harus diulang lagi semua?

Si bapak petugas bilang, seharusnya aku ke bagian BPKB dulu sebelum ke bagian-bagian lain, karena data yang benar ada di bagian itu. Dalam hati sih aku nahan emosi ya gaes. Mereka yang datanya nggak terintegrasi tapi kenapa kita yang repot gitu lho? Semua kerepotan ini kan sebenarnya sebabnya cuma satu: data mereka nggak terintegrasi jadi kita yang harus pontang-panting ke sana ke mari. Padahal seandainya sudah terintegrasi, ke bagian pelaporan kehilangan saja harusnya data bisa diakses hanya dengan memasukkan nomor polisi. Gini ini yang dibilang era Police 4.0? Duh rasanya emosi banget aku tuh. Aku sampai harus duduk dulu beberapa waktu buat menenangkan diri. Bayangan aku harus mengulang lagi semua proses ini bener-bener bikin aku lemes. Ini aku tiap hari pulang ke rumah udah teler banget dan sekarang harus mengulang dari awal? Aku misuh-misuh dalam hati. (Etapi habis itu istighfar kok, tenang aja)

Si bapak petugas memberikan aku rincian prosedur yang benar dalam mengurus BPKB hilang.

cara mengurus BPKB hilang
Prosedur yang benar-benar digunakan

Berita di koran dan radio juga harus selisih seminggu dan beda pulak medianya yagesya. Sumpah dah sesama petugas Polres aja bisa beda gini ya? Duh Indonesiaku kenapa ruwet begini.

Setelah menenangkan diri dan memutar otak menyusun ulang rencana, aku ke ruangan depan untuk minta revisi nomor BPKB di laporan kehilangan. Setelah itu fotokopi surat tersebut dan minta legalisir (lagi) untuk BNI. Mumpung masih di Polres, aku ke bagian TU untuk menanyakan apakah aku harus mengulang proses ke Laka dan Tilang karena perubahan nomor BPKB ini? Untungnya bapak petugas bilang tidak usah. Cukup diganti di TU saja. Fiuhh lega banget akutu. 

Sambil menunggu suratnya dicetak, aku memeriksa BAP STNK apakah memuat nomor BPKB, ternyata tidak ada. Lega kuadrat deh. Jadi sekarang aku fokus ke BNI sama radio-koran saja. Aku menghubungi Arema Media Group untuk merevisi nomor BPKB, untungnya mereka mau. Aku juga coba mencari informasi no telepon media lain di Google dan Instagram. Ada banyak nomor telepon radio yang aku dapatkan, sayangnya yang merespon hanya MFM dan Kosmonita. MFM prosesnya lama, 2 hari dan harus jam kerja, itu pun nggak segera dibalas ya, bisa-bisa berhari-hari baru dibalas. Kosmonita langsung dibalas tapi tetap harus datang ke radionya jadi ya percuma menghubungi lewat telepon. Heran deh hari gini kenapa masih pada gak praktis begini. 

Hari ke-7

Aku mencoba menghubungi Radar Malang di nomor yang tertera di IG dan ternyata dilempar sampai beberapa kali ke nomor yang berbeda. Akhirnya yang benar-benar mengurusi bagian iklan itu ada di nomor WA 08970491090. Biaya pemuatan sekali tayang 55 ribu. Sedangkan koran Surya aku DM IGnya tidak ada respon jadi mau nggak mau aku harus datang ke kantornya di belakang Panin Bank dekat Stasiun Kota Baru.

Di koran Surya, biaya pemuatan tergantung jumlah baris, 3 baris 33ribu, 4 baris 44 ribu, 5 baris 55 ribu. Karena punyaku setelah ditulis jadinya 5 baris jadi aku kena 55 ribu, sama seperti Radar Malang.

Setelah dari Surya, aku menimbang-nimbang harus ke mana lagi mengurus ini karena gimana pun aku harus menunggu seminggu untuk menggunting iklan yang tayang di Surya dan seminggu setelahnya tayang di Radar Malang. Masih lama ya bestie..

Akhirnya aku memutuskan untuk ke Samsat setelah mikir beberapa saat. Aku ingin memastikan persyaratan yang aku urus untuk STNK ini benar sekaligus menanyakan pemuatan yang benar itu berapa kali, di mana aja dan harus selang berapa lama. Jangan sampai kejadian kayak BPKB yang aku terpaksa buang duit kebanyakan pasang iklan di Arema Media Grup yang ternyata cuma dipakai satu kali tayang.

Sesampai di Samsat, petugas Front Office memeriksa berkasku dan katanya berkasku udah lengkap jadi aku bisa langsung mengurus STNK. Wow, surprise dong, padahal niatnya cuma mau nanya-nanya ternyata malah disuruh langsung mengurus. Aku seneng banget dan langsung ke bagian fotokopi untuk beli map dan fotokopi berkas 5 kali.

Setelah itu aku ke loket 1 untuk dicetakkan satu lembar leges, yaitu semacam pengantar pembayaran gitu dan disuruh langsung cek fisik. Wah aku seneng banget dan semangat bawa sepeda motorku buat cek fisik. 

Di bagian cek fisik sepi banget. Aku nungguin, kupikir masih istirahat, tapi ternyata mas-mas yang ngantri bareng aku dikasih tahu sama petugas kalau bagian cek fisik sudah tutup dan diminta kembali besok. Yah, meskipun batal, tapi aku senang membayangkan ini bakal lebih cepat dari perkiraan.

Hari ke-8

Karena kemarin tinggal lanjut cek fisik, aku langsung masukin motor di antrian cek fisik dong. Pas minta ke petugas buat dicek fisik, ternyata aku belum dapat formulir gaes, jadi harus antri untuk ambil formulir cek fisik dan antriannya beuhh, ular naga panjangnya bukan kepalang.


@itstikakid Antrian ambil formulir cek fisik #STNK #BPKB ♬ Honest Man - JKT48

Setelah antri kira-kira setengah jam, akhirnya dapat juga itu formulir. Waktu di bagian cek fisik, si bapak menanyakan surat pengantar dari bagian BPKB Polres, aku bilang masih belum dapat. Kata beliau harusnya ada, tapi untungnya nggak ditolak, tetap dilakukan cek fisik. Setelah itu sepeda motor aku bawa ke parkiran dan aku ke loket verifikasi cek fisik yang langsung kasih stempel. Di loket berikutnya, petugas minta surat pengantar dari bagian BPKB Polres. Pas aku bilang kalau belum dapat, si bapak bilang kalau itu surat harus ada, kalau nggak ada, nggak akan bisa diproses. Ya udah aku pulang aja karena suratnya mungkin nggak akan diterbitkan kalau berkasku untuk pengurusan BPKB belum lengkap. 

Hari ke-9

Sebelum melanjutkan proses pengurusan di Polres, aku menunggu berita kehilanganku dimuat di Surya dan Radar Malang, karena bukti terbitnya harus dikliping bersama dengan kuitansi asli dari media. Untuk Surya aku masih dapat korannya, tapi untuk Radar Malang aku lupa sama sekali beli koran jadi 2 hari setelahnya aku ke kantor Radar Malang untuk beli koran yang udah terlewat. Ternyata mereka nggak jualan koran yang sudah terbit kemarin ya bestie, aku disarankan untuk ke agen Mickey Mouse di pertigaan Talun. Tapi ternyata di sana juga kosong dan si bapak menyarankan aku untuk ke agen di Kauman depan Metro Music. Hadehh jadi wira-wiri gini ya gara-gara kelupaan beli koran. Untungnya di Kauman masih ada stok koran kemarin lusa jadi aku lega banget. 

Setelah mengkliping bukti terbit, aku langsung berangkat ke Polres. Di bagian BPKB, berkas-berkasnya diperiksa lagi. SLIK dari OJK belum ada tapi pas aku bilang kalau masih nunggu email dari OJK, petugasnya bilang gpp menyusul saja. Dan tahukah kalian proses selanjutnya apa? Cek fisik untuk BPKB!! Astaganagaaa, kenapa nggak sekalian aja kemarin pas cek fisik untuk STNK? Aku cuma bisa tepok jidat dan istighfar (lagi ramadhan gaes, ga boleh misuh-misuh).

Setelah reda dari kejengkelan keruwetan dunia birokrasi ini, harusnya hari itu aku bisa langsung ke Samsat tapi ternyata ada insiden kebocoran cewek kalau lagi dapet, jadi aku pulang aja daripada tar bangku Samsat merah semua haha..

Hari ke-10

Besoknya, setelah memastikan aku bawa cadangan pembalut (maafkeun) aku kembali berangkat ke Samsat. Di sana langsung antri formulir cek fisik yang untungnya nggak sepanjang waktu antri kemarin. Antri cek fisik juga nggak panjang jadi lumayan cepat lah. Setelah diverifikasi, aku langsung kembali ke Polres lagi. 

Di Polres, semua berkas diperiksa dan diberi stempel untuk pengurusan STNK di Samsat lagi. Mumpung masih belum terlalu siang, aku segera balik ke Samsat untuk melanjutkan proses pengurusan STNK. Karena kemarin macetnya di loket verifikasi berkas, aku jadi tahu kalau aku harus langsung ke situ setelah mendapat stempel dari Polres. Untung semua berkas sudah lengkap sehingga setelah diverifikasi bisa langsung masuk ke loket dalam. aku diarahkan ke loket 1 tapi karena aku sudah pernah dapat leges, aku bisa langsung naik ke lantai 2 ke bagian berkas seperti di hari pertama.

Petugas loket meminta berkas pengurusan BPKB difotokopi agar berkas yang asli bisa aku bawa pulang. Aku lari-lari turun ke tempat fotokopi soalnya udah siang banget. Setelah itu balik lagi ke loket berkas untuk menyerahkan fotokopian berkas pengurusan BPKB dan petugas mengembalikan berkas yang asli dan memberi bukti pengurusan STNK yang bisa diambil kira-kira seminggu setelahnya. Oya KTP asli kalian bakal ditahan dulu ya jadi pastikan kalian tidak berkegiatan yang membutuhkan KTP asli kira-kira seminggu ke depan.

Hari ke-11

Pada tanggal yang ditentukan, aku kembali lagi ke Samsat untuk mengambil STNK. Di tahap ini, jangan lupa membawa uang untuk membayar pajak yang belum terbayar ya bestie, sesuai pajak yang lalu-lalu. Aku sendiri membawa uang cadangan untuk kira-kira 3x bayar pajak karena memang sudah 3 tahun STNK-ku hilang jadi nggak bisa bayar pajak sepeda motor. Untungnya bulan ini ada pemutihan denda jadi meskipun pajakku menunggak 3 tahun, aku nggak perlu bayar denda sama sekali. Di proses ini hampir sama seperti kalian mengurus pajak tahunan, yaitu ke loket pendaftaran, loket formulir, loket verifikasi lalu menunggu panggilan untuk membayar pajak. Total pajak yang aku harus bayar untuk 3 tahun sekitar 650 ribu. Karena akan diterbitkan STNK baru, ada biaya 100 ribu untuk STNK. Kalau di Samsat Malang, ada mesin EDC untuk kalian yang ingin membayar secara cashless

Selanjutnya kita tinggal menunggu panggilan untuk menerima STNK asli. Untung masih ada waktu buatku untuk mengejar jam operasional bagian BPKB di Polres. Jadi setelah fotokopi STNK baru, aku kembali ke Polres lagi. Di bagian BPKB, aku diarahkan untuk membawa berkas ke Reskrim. Di reskrim aku diminta untuk fotokopi berkas sehingga yang diserahkan adalah berkas fotokopian dan yang asli aku pegang. 

Bapak petugas menerima berkasku dan meminta aku menunggu telepon untuk proses selanjutnya. 

Hari-hari menunggu telepon

Udah nyaris satu bulan sejak aku meninggalkan rumah berkas di Reskrim dan belum ada telepon sama sekali. Mau heran tapi ini Indonesia, what do you expect? Jadi ya udahlah ya, aku post aja tulisan ini dulu, tar kalau urusan BPKB udah ada kelanjutannya, aku tambahin.

Dari sekian minggu keribetan duniawi ini, akhirnya aku bikin alur aja siapa tahu bisa membantu kalian yang akan mengurus kehilangan STNK dan BPKB. Tapi karena BPKB belum kelar, aku post alur untuk STNK dulu yah?


cara mengurus STNK hilang
Kalau kurang jelas di-zoom aja ya?


Biaya pengurusan STNK ini cuma biaya fotokopi, biaya pasang iklan kehilangan, biaya pajak tahunan dan biaya penggantian cetak STNK sebesar 100 ribu aja. Kalau pajak tahunan motor kalian 250 ribu berarti biaya yang perlu dibayarkan ke Samsat cuma 350 ribu.

Selamat mengurus kehilangan, kawan, siapin stok sabar yang banyak yah, ingat, ini Indonesia!

Related Posts

11 komentar

  1. Ya ampuuuunnn super ribet ya kalau kehilangan STNK dan BPKB ini. Membaca saja sudah bikin lelah apa lagi mengalaminya sendiri Mbak Tika. Semoga bisa kembali dokumen penting itu ya Mbak. Amin

    BalasHapus
  2. Bagus nih pengalamannya dituliskan dalam satu postingan blog begini. Kalau ada yang keajdian hilang dokumen yang sama juga bisa berkaca dari sana. Meski tiap kota biasanya ada sedikit perbedaan prosedur. Tapi setidaknya kita sudah punya gambaran.

    BalasHapus
  3. Sepuluh hariii??? Duehh pingsan duluan keknya. Paling nales emang ya berurusan sama hal2 begitu.. kalo aku malah buku nikahku yg ijo yg belum tahu dimanaaa hiksss.. gara2 pindah2 waktu tu

    BalasHapus
  4. Kebayang sih gimana ribetnya mengurus BPKB dan STNK ilang. Aku mengurus perpanjangan STNK yang 5 tahunan terus ganti nama aja sudah merasa berat. Tapi, informasi ini bisa disimpan. Kalau-kalau nanti ada tetangga yang mengalami hal ini dan minta tolong untuk beresin. Bisa ada contekan gitu.

    BalasHapus
  5. Ya Allah mba, kok aku ikut ngos2an bacanya, seolah ngerasain ribetnya iniiiii🤣🤣🤣🤣. Birokrasi ga abis2 yaaa... Aku benci kalo inget sistem di sini belum banyak yg keintegrasi kemana2 :(. Segala lah harus laporan dulu, harus fotocopy dll😭😭. Kenapa ga sistemnya diperbaikin sih. Kesel.

    Trus baru tahu yg minta surat dari 2 bank itu 😤. Aku pikir awalnya buat apa, ternyata utk cek agunan atau ga yaaa.

    Suamiku kerja di CIMB pusat, tapi sebagai auditor, coba ah aku mau tanya2 juga perihal agunan. Aku kerja di bank 13 THN, tapi juga baru tahu soal cek agunana. Cuma aku dulu di bagian lain sih, jadi pasti harus cek ke staff di dept itu juga

    BalasHapus
  6. Wew, lumayan juga ya mbak proses ngurusnya. Semoga gak kehilangan surat-surat penting lagi.

    BalasHapus
  7. aku juga jadi pengen bertanya kak 'kok bisa hilang?' haha, lalu aku kabur dah biar gak digetok. Semoga kali ini bisa awet ya kan kk dan diberi kemudahan sama Allah agar gak hilang lagi deh

    BalasHapus
  8. Lumayan panjang yang prosesnya. Kudu ke pak RT, Kelurahan, Polres dan riwa riwinya itu yang lumayan melelahkan. Tapi terima kasih, misal ada kendala semacam ini bisa intip-intip lagi biar endak salah arah pas mau proses.

    BalasHapus
  9. Ya Allah, mengurus kehilangan tuh sampai hampir 2 minggu banget yaah..
    Semoga disehatkan selalu.
    Huhu...mo nangis rasanya kalau prosesnya di bal-balin gini.
    Semoga ini yang terakhir.

    BalasHapus
  10. Saya tidak pernah kehilangan BPKB, tapi saya pernah mau alih nama sepeda motorku, dan Karena melihat birokrasinya ribet, aku batalin haha..
    Lebih mudah melalui orang dalam, ups!

    BalasHapus
  11. Terima kasih mbak sudah bersedia cerita mengenai sekelumit mengurus kehilangan STNK dan BPKBnya. Jadi tau gimana cara ngurusinnya. Oh berarti penting banget duplikat dokumen baik bentuk fisik maupun digital yah.

    BalasHapus

Haii, salam kenal. Terima kasih sudah berkunjung. Silakan komentar di sini yaa.

Tips Memulai Bisnis Online